Di Denpasar 184 Babi Mati, Penyebabnya Masih Misterius

0
9

Dangri Kaja, DenPost

Sejak 10 Desember  hingga minggu pertama Februari ini, Dinas Pertanian Kota Denpasar mencatat 226 ekor  babi yang mengalami sakit. Dari jumlah tersebut,  184 ekor mati, sedangkan  populasinya mencapai   8.500 ekor.

 

 

 

Kadis Pertanian Kota Denpasar, I Gede Ambara Putra,  Selasa (11/2), mengatakan  hingga kini belum diketahui penyebab kematian babi tersebut. Karena uji lab yang dikirim ke Medean hingga saat ini belum ada hasilnya. ‘’Kita belum berani  memastikan jik itu disebabkanakibat   virus flu afrika atau African Swine Fever (ASF). Pasalnya sampai saat ini belum ada hasil uji lab,’’ kata Ambara Putra, didampingi Kabid Peternakan, Ngurah Sugiri.

Baca juga :  40 Calon Anggota PPK Lolos Tahap Seleksi Wawancara

 

 

 

Kendati  ada babi mati, kata Ambara , pemotongan di  Rumah Potong Hewan (RPH) Pesanggaran tak ada penurunan, melainkan tetap stabil. Meski demikian, pihaknya tetap melakukan antisipasi.  Salah satunya telah melakukan sosialisasi, termasuk bersurat ke aparat terbawah. ‘’Intinya bila terjadi apa-apa silahkan dilaporkan dan dihubungi petugas di Distan. Kami juga melakukan pemantauan ke sentra-sertra peternak babi, seperti di Sesetan dan Sanur. Kita turun selain melakukan sosilisasi juga mengawasi pakan babi  dari siasa-sisa hotel. Mengingat banyak peternak yang memberikan  pakan sisa hotel,’’ tandasnya.

Baca juga :  Teater Angin Tampil Memukau dalam Peringatan Bulan Bahasa Bali 

 

 

 

Disamping itu, pihaknya juga koordinasi dengan Balai Karantina Hewan. ‘’Memang kejadian pertama dulu ada mati mendadak tiga ekor di Pesanggaran. Lalu kami turun dengan Balai Besar Vetriner, untuk mengambil sampel. Hanya saja sampai hari ini sampel yang kita kirim ke Medan hasilnya belum ada. Belum diketahui apa benar kematian babi itu disebabkan ASF atau yang lainnya,’’ ujarnya.

Baca juga :  Pekerja Pariwisata Beralih ke Sektor Pertanian, Rektor Dwijendra: Ini Gejala Sementara

 

 

Dikatakan, pihaknya sudah melakukan komunikasi informasi dan edukasi sejak Desember lalu.  Juga seminggu dua kali dilakukan  penyemprotan disinfektan pada kandang-kandang milik peternak. ‘’Tapi kami ada kendala juga, seperti kandang dikunci. Tapi kami tetap turun melakukan sosialisasi door to door,’’ paparnya. (karya)