Jumlah Gepeng Turun Drastis, Setahun Dinsos Tertibkan 110 Orang

0
11

Dauh Puri, DenPost

Kendati jumlah gelandangan dan pengemis (Gepeng) di Denpasar mengalami penurunan, namun Tim Reaksi Cepat (TRC) Dinas Sosial (Dinsos) Kota Denpasar, tak mengendorkan penertiban. Tim tetap melakukan patroli terutama ke kawasan yang selam ini dijadikan tempat mangkal para gepeng.

 

 

 

 

Kadis Sosial Kota Denpasar, I Made Mertajaya, didampingi Kabid Rehabilitasi Sosial (Rehsos), AA Ayu Diah Kurniawati, mengatakan jika pemantauan tetap dilakukan. Daerah yang menjadi atensi kegiatan penertiban antara lain, daerah sepanjang Jalan Keboiwa, simpang Jalan Gunung Agung- Jalan Mahendradatta, simpang Buana Kubu-Jalan Buana Raya. Selanjutnya, simpang Jalan Teuku Umar, kawasan Monang Maning, Jalan Pulau Biak, simpang Jalan Batanta, Pemogan, Pesanggaran simpang Jalan Raya Sesetan- Pulau Buton, dan Jalan PB Sudirman. “Kawasan ini tetap dipantau karena termasuk rawan gepeng,’’ ujar Mertajaya.

Baca juga :  Jumat, 277 Orang Terpapar Covid-19 dan Empat Pasien Meninggal di Denpasar

 

 

 

Dikatakan, kegiatan yang dilaksanakan secara rutin tidak hanya saat jam kerja, tapi juga saat di luar jam kerja. Tim Reaksi Cepat akan terus melakukan pemantauan di wilayah yang menjadi tempat mangkal gepeng. Dalam melaksanakan penertiban, katanya, Dinsos juga menjalin kerja sama dengan OPD lain. Seperti, Satpol PP Kota Denpasar. Juga tak kalah pentingnya melibatkan peran masyarakat. Terutama untuk memantau gepeng yang masuk-masuk rumah. ‘’Bila menemukan hal seperti ini, kami harap masyarakat segera melaporkannya,’’ katanya.

Baca juga :  Gara-Gara Ini Keberadaan SDN 6 Ubung Terancam

 

 

 

Sementara itu, jumlah gepeng yang ditertibkan sepanjang tahun 2019 lalu, sebanyak 110 orang. Dengan rincian 41 laki-laki dan 69 perempuan. Di mana 33 gepeng dari daerah bali dan 77 orang berasal dari luar Bali. ‘’Semuanya mereka kita pulangkan ke daerah asalnya,’’ tandasnya. (karya)