Pepaya Calina di Waliang, Abang, Rambah Hotel dan Restoran

0
25
PEPAYA CALINA – Salah satu kebun di Banjar Waliang yang membudidayakan pepaya calina, Abang, Karangasem. DenPost/yunda

 

JELI melirik pasar. Hal tersebut tampaknya menjadi prinsip 70 persen dari 140 kepala keluarga (KK) di Banjar Dinas Waliang, Desa Abang, Karangasem. Jika biasanya sebagian besar warga Karangasem memanfaatkan lahan untuk  bertani singkong atau ubi, mereka justru memilih bertani pepaya calina. Perawatan yang mudah, hasil yang lebih tinggi, dan peluang pasar yang masih luas, menjadikan potensi ini sebagai mata pencaharian yang menjanjikan.

 

Potensi ini pertama kali dikenalkan tahun 2011 oleh pasangan ayah dan anak, Dewa Gede Ngurah dan  Dewa Gede Rai Suandita. “Awalnya, ini ajakan penyuluh pertanian dari Desa Abang,” ungkap Dewa Gede Rai. Sempat ragu, dia akhirnya mencoba mengganti 40-an tanaman ubi dengan bibit pepaya calina. “Setelah besar dan berbuah, ternyata berhasil. Rasa buahnya manis, warnanya merah,” ungkapnya.

Baca juga :  Belum Ada Instruksi Terkait Vaksin, Pemda Fokus Uji Usap

Perawatan pepaya dengan buah berkualitas ini ternyata cukup mudah dan murah daripada merawat singkong. “Hanya bermodal bibit pepaya yang diperoleh dari Bogor, pupuk, dan perawatan rutin setiap minggu sekali. Jika dijumlah per pohon biaya perawatannya sekitar Rp15 ribu- Rp20 ribu saja,” ungkap Dewa Gede Rai.

 

Ditambahkannya, hasil dari panen pepaya calina  cukup  menjanjikan.  Satu pohon menghasilkan buah 5 kg sampai 10 kg. Harga per kg Rp7 ribu. Berarti per pohon bisa menghasilkan Rp35 ribu – Rp70 ribu sekali panen. “Tiap pohon bisa tiga hingga enam kali panen. Jadi hasilnya lumayan,” tegas Dewa Rai.

Baca juga :  KPU Karangasem Baru Tetapkan Satu Calon

 

Mencermati rincian tersebut, mulailah warga di Banjar Waliang melirik potensi ini. Mereka mengganti ladang singkong mereka menjadi pepaya calina.

 

Perbekel Abang, I Nyoman Sutirtayana, mengatakan sebagian besar warga Banjar Dinas Waliang yang membudidayakan pepaya calina tak pernah mengeluh soal pemasaran. “Sebagian warga menyerahkan panen pepaya calina ke hotel dan restoran di Karangasem,” ungkapnya.

Saking banyaknya permintaan, warga yang membudi-dayakan pepaya ini sampai kewalahan memenuhi kebutuhan resouran. (yunda)

Baca juga :  Ratusan Hotel di Karangasem Tutup