Empat Pemakai Narkoba ditangkap di Karangasem

TERSANGKA PEMAKAI NARKOBA - Empat tersangka pemakai narkoba yang ditangkap Polres Karangasem saat Operasi Antik Agung 2020.

Amlapura,DenPost

Polres Karangasem menindak kasus penyalahgunaan narkoba serangkaian Operasi Antik Agung 2020. Dari dua target operasi (TO), polres menangkap empat pemakai narkoba. Lataran mencoba mengelabui polisi, dua di antaranya menyimpan narkoba jenis sabu-sabu (SS) di dalam bungkus obat.

Kapolres Karangasem AKBP Ni Nengah Suartini mengungkapkan dua tersangka tersebut adalah IKW (27) dan INB (32), warga Banjar Kelod, Desa Antiga, Manggis.  Keduanya diamankan pada 22 Januari lalu di rumah masing-masing. “IKW terbukti menyimpan 0,08 gram SS di dalam bungkus obat sakit kepala. Sedangkan INB kedapatan menyimpan delapan paket SS seberat 1,04 gram juga di dalam bungkus obat,” ungkapnya.

Baca juga :  Mesin Pompa Keluarkan Percikan Api, SPBU di Tebongkang Nyaris Terbakar

Suartini menambahkan bahwa pihaknya sedang melakukan pengembangan pada INB yang diduga tak hanya mengkonsumsi, tapi juga jadi pengedar. “Karena sudah ada paket-paket, maka ada kecurigaan demikian. Masih kami lakukan pendalaman,” terangnya.

Berikutnya Polres Karangasem kembali menangkap dua penyalah-guna SS pada 3 Februari lalu. Ia adalah IPN (28), yang diamankan tengah malam, di rumahnya di Banjar Karanganyar, Desa Nyuhtebel, Manggis, Karangasem. Di tangannya ditemukan delapan paket SS dengan berat bersih 0,78 gram. SS disembunyikan dalam bungkus rokok dan disimpan di  sadel motor. “Dari hasi tangkapan ini kami lakukan pengembangan, dan ternyata IPN baru saja mendapat SS dari temannya di Denpasar. Hari itu juga kami lakukan pengembangan,” jelas Suartini

Baca juga :  Adnyana, Anggota DPRD Bali Fraksi PDIP Meninggal Dunia

 

Berselang 3 jam kemudian,  tersangka IPEMP (30) berhasil ditangkap di Rusunawa Pemprov Bali di Banjar Dinas Taman, Desa Penatih, Denpasar Timur. “Di tangannya disita narkotika jenis SS yang masih ada di dalam tabung dengan berat bersih 0,08 gram,” imbuhnya.

Keempatnya terancam Pasal 112 Ayat (1) UU No.35 tahun 2009 tentang narkotika. “Dengan ancaman pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama dua belas tahun, serta denda paling sedikit Rp800 juta dan paling banyak Rp8 miliar rupiah,” pungkas AKBP Suartini. (yunda)

Baca juga :  Ditindak Karena Tak Bermasker Saat Nyetir, Warga Protes