Pelayat Silih-berganti ke Rumah Peltu Susila (Alm.)

0
17
DENGAN ISTRI ALMARHUM - Istri Dandim 1619/Tabanan, Dita Toni Sri Hartanto, bersama anggota Persit Kartika Candra Kirana Tabanan, mendengarkan keterangan istri almarhum Peltu I Ketut Susila Adnyana, Wayan Sri Wirantini, di Banjar Belumbang Kaja, Desa Belumbang, Kerambitan, Selasa (11/2/2020).

Tabanan, DenPost
Pelayat silih-berganti ke rumah duka almarhum Peltu I Ketut Susila Adnyana di Banjar Belumbang Kaja, Desa Belumbang, Kerambitan, Tabanan, Selasa (11/2/2020). Namun jenazah pria yang terakhir bertugas sebagai Babinsa Desa Timpag itu masih dititip di RSUP Sanglah, Denpasar.
Istri Dandim 1619/Tabanan, Nyonya Dita Toni Sri Hartanto, bersama anggota Persit Kartika Candra Kirana Tabanan pun melayat ke rumah duka. Mereka mendengarkan cerita kesedihan istri almarhum, Wayan Sri Wirantini (43).
Kepergian Susila Adnyana begitu tragis dan memilukan setelah hilang
terseret arus Tukad Yeh Ho, pada Minggu (9/2) lalu. Jazadnya kemudian
ditemukan terdampar di Pantai Klecung, Seltim, pada Senin (10/2/2020).
Almarhum meninggalkan seorang istri, Wayan Sri Wirantini, dan dua
orang anak. Anak pertamanya, I Gede Adi Suantara (21), dan anak kedua I
Made Agus Wiantara (17).
Informasi yang dihimpun dari pihak keluarga dan kerabat almahum bahwa pengabenan Susila Adnyana dilaksanakan pada Kamis (13/2/2020). “Ini hasil rembuk sementara keluarga duka. Untuk penjemputan jenazah (di RSUP Sanglah) dilaksanakan pada Rabu (12/2/2020). Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka di Desa Belumbang Kaja,” ujar kerabat almarhum.
Begitu juga untuk pelaksanaan upacara militer, masih dikoordinasikan lebih lanjut. Sedangkan adat setempat terlihat sibuk menyiapkan segala sesuatu untuk persiapan upacara peristirahatan terakhir almarhum Susila. (gagah)

Baca juga :  Jadi Korban Tabrak Lari, Nenek Rebung Tewas