Disetubuhi, Laporkan Bapak Asuh ke Polres Tabanan

DenPost/ist KASUS PERSETUBUHAN – Tersangka RS (kiri), pemilik panti asuhan di kawasan perumahan di Kecamatan Kediri, Tabanan, saat diperiksa di Polres Tabanan atas kasus persetubuhan terhadap anak di bawah umur.

Korban Persetubuhan Polisikan Bapak Asuh

Tabanan, DenPost
Seorang remaja putri berinisial CDL (17) melaporkan RS (37), pemilik panti asuhan di kawasan perumahan di Kecamatan Kediri, Tabanan. Dalam laporan di polisi, RS dikatakan menyetubuhi CDL sejak Juli 2016 hingga pertengahan Januari 2020.
CDL memberanikan keluar dan lari dari panti asuhan setelah sekitar 3,5 tahun mengalami perlakuan tak oleh senonoh bapak asuhnya itu. Dia sempat curhat ke teman dan guru di sekolah, sehingga kemudian mendorongnya melapor ke polisi.
Saat pertama kali mengalami hal yang tak seharusnya terjadi, CDL ketika itu berusia sekitar 13 tahun. Dia baru beberapa tahun hijrah dari daerah nun jauh di Indonesia Timur.
“Tersangka (RS) melakukan perbuatan tersebut ketika korban sendirian di rumah, dan dalam keadaan sepi, Sejak awal kejadian memang ada unsur pemaksaan, dan tersangka melakukan persetubuhan terhadap anak di bawah umur itu hingga berkali-kali. Yang terakhir sekitar pertengahan Januari 2020,” ungkap Kasubbag Humas Polres Tabanan Iptu I Made Budiarta, Rabu (12/2) kemarin.
Sampai akhirnya pada pertengahan Januari 2020, CDL tidak tahan dengan perlakuan tersangka. Wanita berusia 17 tahun itu kemudian pergi dari rumah (panti asuhan), dan menginap di rumah temannya. Dia menceritakan peristiwa pahit yang dialami selama ini kepada temannya itu, termasuk kepada guru di sekolah. Atas saran dari sang guru, CDL kemudian melaporkan perbuatan RS ke Polres Tabanan. Dari laporan kasus tersebut, polisi menindaklanjuti dengan penyelidikan. Polisi lalu menangkap RS dan menetapkannya menjadi tersangka.
Sejumlah barang bukti terkait pun telah disita. Sedangkan jeratan hukum yang disangkakan untuk RS adalah Pasal 81 Ayat (2) UU No.35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak, jo Pasal 64 KUHP. “Saat ini, kami menahan tersangka. Sedangkan korban dititipkan di panti asuhan lain di Tabanan,” tandas Iptu Budiarta. (121)

Baca juga :  WASPADAI MEDSOS DAN FILM PORNO!