Golkar Tak Ingin Hanya Jadi Pengekor pada Pilwali Kota Denpasar

0
11

 

Sanur, DenPost

Kabar tentang kemungkinan Partai Golkar Denpasar tak bisa berkoalisi dengan partaia politik lainnya, di tanggapi serius Ketua DPD II Partai Golkar Kota Denpasar, I Wayan Mariyana Wandhira, ST. Pada prinsipnya, Golkar terus menjalin komunikasi dengan beberapa parpol lainnya.

 

 

 

‘’Koalissi adalah ranahnya partai politik, dan itu pun ada atuaran serta mekanismesnya. Misalnya kita di tingkat kabupaten/ kota sudah melakukan komunikasi, tapi jika satu tingkat atau dua tingkat di atasnya tifak setuju, tentu apa yang diharapkan tak akan terwujud,’’ kata Wandhira, Kamis (13/2).

Baca juga :  Biayai Anak Sakit, Mantan ART Curi Motor

 

 

 

 

Terkait koalisi pada Pilwali Kota Denpasar 2020 ini, kata Wandhira, pihaknya sudah menjalin komusikasi dengan beberapa parpol. Sekarang tinggal menunggu tindak lanjut induk partainya. ‘’Sikap induk partai terhadap politik dan kondisi yang ada di Kota Denpasar itulah yang kita tunggu,’’ paparnya.

 

 

 

Dikatakan, komunikasi secara informal sudah dilakukan dengan Demokrat. Selain itu dengan kandidat dari NasDem sudah bicara. ‘’Kandidat yang mau maju itu mengatakan tak perlu lagi dengan partai, karena saya sudah berkomunikasi. Itu merupakan salah bentuk proaktif bakal calon. Intinya kita dari partai sudah membangun komunikasi walaupun secara informal. Diharapkan hal itu tak mengurangi arti sebuah kesepakatan. Intinya dua partai yang diajak komunikasi menyatakan siap, cuma masih menunggu sain DPD provinsinya,’’ tandasnya.

Baca juga :  Dapat "Pamuwus", Desa Adat Peguyangan Lakukan Pemarisudha Bumi

 

 

 

 

Soal kemungkinan Golkar tak dapat kualisi, sehingga gagal mengaajukan calon, wakil ketua DPRD kota Denpasar itu mengatakan, semua tergantung dari kepentingan partai. ‘’Kalau pun kita paksakan, tapi jika partai itu tak mempunyai kepentingan dengan kita, ya buat apa. Misalnya, mereka menginginkan mengambil langkah mudah bergabung dengan incumbent, maka tak bisa dipaksakan. Dalam hal ini sebagai partia politik kita harus ikut memberikan pendidikan politik kepada masyarakat. Jangan sekadar sebagai pengekor, namun harus menjadi pionir dalam pendidikan demokrasi. Artinya, kita harus benar-benar ikut dalam pertarungan dan Golkar tetap komitmen ikut dalam perhelatan ini,’’ katanya. (karya)

Baca juga :  Rapid Test 10 Pedagang Pelataran Kumbasari Hasilnya Reaktif