Diterpa Isu ASF, Warga Tetap Jalankan Tradisi Mapatung

0
35
MAPATUNG - Warga tetap menjalankan tradisi mapatung di Br. Siku, Desa Kamasan, Klungkung, Senin (17/2).

Semarapura, DenPost

Merebaknya isu virus ASF atau yang dikenal dengan nama  flu babi Afrika yang menyerang babi di Bali ternyata  tidak menyurutkan niat warga melaksanakan tradisi mapatung jelang Hari Raya Galungan. Seperti terlihat di Br. Siku, Desa Kamasan, Klungkung, warga tetap melaksanakan tradisi mapatung dengan memotong tiga ekor babi di pinggir jalan, Senin (17/2).

Salah seorang warga,  Ketut Suardika, mengatakan, tradisi mapatung rutin dilaksanakan setiap enam bulan sekali. Ada 90 warga yang mengikuti acara mapatung tersebut. Peserta mapatung tidak hanya diikuti warga Br. Siku, Desa Kamasan, namun juga warga dari Desa Tangkas dan lainnya.  “Ada tiga ekor babi yang kami potong untuk dipakai mapatung. Berat babi yang dipotong mencapai 125 kilogram. Dan, masing-masing warga yang ikut mepatung dikenakan Rp 175 ribu,” papar Suardika.

Baca juga :  BST di Klungkung Cair, Suwirta Minta Jangan Posting Keluhan di Medsos

Menurut Suardika, warga tidak takut dengan adanya kasus kematian babi yang secara sporadis terjadi di sejumlah daerah di Bali. Apalagi babi yang dipakai mapatung tidak diambil atau dibeli dari luar Klungkung. “Kami beli di Gunung Niang. Dan babi yang kami beli tidak dari peternak besar, melainkan yang dipelihara warga,” katanya. (119)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini