Pertahankan Tradisi ”Mepatung”, Tokoh Penarungan Bagi 3 Ton Daging Babi

0
25
BAGI DAGING- I Wayan Suyasa membagikan 3 ton daging babi kepada masyarakat Desa Penarungan, Kecamatan Mengwi, Badung, Senin (17/2).

Mangupura, DenPost

Untuk menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan, tokoh masyarakat Desa Penarungan yang juga Wakil Ketua I DPRD Badung I Wayan Suyasa membagikan 3 ton daging babi (celeng) kepada masyarakat Desa Penarungan, Kecamatan Mengwi, Badung, Senin (17/2).

Pembagian daging babi menjelang hari Penampahan Galungan ini, selain sebagai bentuk syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa juga untuk melestarikan tradisi mepatung (memotong babi secara gotong royong dan membagikan dagingnya secara merata) dan membantu para peternak babi yang tengah dilanda isu virus ASF.

Seperti diketahui pasca isu virus ASF, harga babi di Bali anjlok karena banyak babi mati mendadak yang membuat masyarakat takut mengkonsumsi daging babi.“Kita berharap dengan momen Hari Raya Galungan dan Kuningan ini harga babi di Bali khususnya Badung kembali stabil, sehingga para peternak kita bisa terbantu. Dan walaupun ada isu virus ASF kita harapkan pemerintah  cepat bisa melakukan penanggulangan,” ungkap Wayan Suyasa disela-sela pembagian daging babi dengan cara mepatung di Desa Penarungan, Senin (17/2).

Baca juga :  Kasus Pencurian Sepeda Terungkap, Satu Orang Buron

Dengan momen Hari Raya Galungan dan Kuningan ini, pihaknyamengimbau masyarakat untuk tidak takut mengkonsumsi daging babi. Pasalnya, daging babi yang dimasak secara benar aman untuk dikonsumsi.“Di Bali Hari Raya Galungan dan Kuningan tidak bisa lepas dari daging babi sebagai sarana upakara. Meski ada isu virus ASF, kami tetap potong babi. Kami mengajak masyarakat tidak takut, karena daging babi aman untuk dikonsumsi,” katanya.

Baca juga :  Dewan Badung Finalisasi Tatib dan Kode Etik

Sebanyak 3 ton babi yang disumbangkan politisi asal Desa Penarungan itu, semua dalam kondisi hidup dan sehat. Ia pun membeli babi ke peternak dengan harga stadar sesuai imbauan pemerintah yakni Rp 26 ribu per kilogram. Kemudian, puluhan ternak berkaki empat ini diserahkan kepada masyarakat untuk dipotong secara bersama-sama.“Semua babi yang dipotong dalam kondisi sehat. Saya beli dari peternak seharga Rp 26 ribu per kilogram, sesuai imbauan pemerintah. Jadi, kegiatan ini selain untuk berbagi, juga untuk membantu para peternak babi dengan membeli ternak mereka dengan harga normal,” jelas Wayan Suyasa.

Baca juga :  Sikapi Soal Ini, FSP PAR Surati Sekda Bali

Ditegaskan juga bahwa pembagian daging babi ini rutin ia lakukan tiap enam bulan sekali menjelang Hari Raya Galungan. Selain untuk melestarikan tradisi Bali ‘mepatung’ pihaknya juga ingin konstituen atau masyarakat pendukungnya yang secara khusus ada di Desa Penarungan ikut merasakan hasil perjuangan dari para wakil rakyatnya yang dipilih pada Pemilu Legislatif lalu. “Sebagai wakil rakyat saya selalu hadir ditengah-tengah masyarakat. Menjelang Galungan ini kami mengajak masyarakat melestarikan tradisi mepatung dan berbagi kepada masyarakat yang telah memilih saya di Pileg lalu dengan memberikan daging babi untuk keperluan upacara,”  tukas anggota dewan Badung tiga periode ini.(115)