Jelang Galungan, Warga Lembongan Justru Hadapi Masalah Ini

0
8

Denpasar, DenPost

Di tengah suasana menyambut Hari Raya Galungan, warga Pulau Nusa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, Bali didera kelangkaan gas elpiji 3 kilogram, 12 kilogram dan 50 kilogram serta BBM. Sejatinya kelangkaan itu sudah terjadi sejak dua bulan lalu.

Masalah kelangkaan elpiji  itu mengemuka ketika Perbekel Desa Lembongan, Ketut Gede Arjaya, memandu rapat serap aspirasi anggota Komisi VI DPR RI, Fraksi PDI Perjuangan Dapil Bali, I Nyoman Parta, Minggu (16/2) malam di Wantilan Desa Lembongan.

Tercatat ada 5 penyebab terjadinya kelangkaan gas elpiji 3, 12, hingga 50 kilogram dan BBM selama 2 bulan yang disampaikan warga Desa Lembongan. Pertama, kapal tanker gas elpiji mengalami kendala menuju SPPBE dan SPBU Nusa Ceningan. Hal itu dikarenakan kapal tersebut tidak bisa bersandar ketika air laut surut. Selain itu juga disebabkan oleh faktor cuaca yang tidak bersahabat.

Baca juga :  Klungkung Pegang Rekor, 31 Kasus Corona Sehari

Kedua, akibat faktor harga yang mahal menyebabkan warga mencari gas elpiji sampai ke Desa Kusamba, Kecamatan Dawan karena di Kusamba lebih murah harganya. Semestinya harga yang di Ceningan lebih murah, namun dari kwitansi harga yang ditunjukkan oleh warga yang di Ceningan lebih mahal.

Ketiga, disebabkan oleh terjadinya penindakan oleh Polairud secara tiba-tiba yang menyebabkan kekhawatiran pemilik kapal dan nakhoda saat membawa gas elpiji dari Desa Kusamba. Keempat, masalah infrastruktur jembatan penghubung Nusa Ceningan dan Nusa Lembongan yang tidak bisa dilalui kendaraan roda empat, menyebabkan lambatnya dan tidak efektifnya pendistribusian gas elpigi. Kelima, para pengusaha merasa khawatir dalam melaksanakan pengangkutan gas elpiji, karena sering terjadi penindakan oleh Polairud.

Baca juga :  Subsidi Upah Cair, Ini Jumlah Penerima di Bali

“Pelayanan pariwisata kami terganggu, jadi mohon solusi konkret dari pertemuan ini,” kata Perbekel Desa Lembongan, Ketut Gede Arjaya.

Mendengar masalah itu, anggota Komisi VI DPR-RI, I Nyoman Parta, menyatakan prihatin atas kondisi ini di tengah menurunnya kunjungan wisatawan Tiongkok ke Nusa Penida. Masyarakat justru ditambah lagi dengan persoalan kelangkaan gas elpigi. “Sudah jatuh tertimpa tangga pula,” kata Parta, seperti pernyataan yang dikirim ke DenPost, Senin (17/2).

Baca juga :  19 Desa/Kelurahan di Klungkung Terpapar Covid-19, Tim Gugus Tugas Lakukan Ini

Ia berharap agar perlakuan terhadap Nusa Lembongan diberlakukan sebagai daerah kepulauan bukan disamakan kondisinya dengan di daratan yang serbalancar.“Kami akan mengundang pihak Pertamina agar hadir besok malam, Senin (17/2) untuk memberikan solusi. Kemudian pihak syahbandar agar mempermudah proses perizinan kapal berlayar. Masak mengurus izin Pass Besar sampai 1 tahun, apalagi semua syarat sudah dipenuhi,” ujar Parta.  (106) 

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini