Empat Tokoh Bahas Potret Kerukunan Beragama di Bali

0
19
SARASEHAN - Empat tokoh nusantara saat menjadi narasumber dalam sarasehan yang digelar Bravo Lima di aula Kampus Unhi, Denpasar, Kamis (20/2/2020).

Tembawu, DenPost

Empat tokoh nusantara menjadi narasumber dalam sarasehan yang digelar Bravo Lima di aula Kampus Unhi, Denpasar, Kamis (20/2/2020). Mereka adalah Ketua Umum FKUB Indonesia Ida Pengelingsir Agung Putra Sukahet,  Rektor Unhi Prof. Dr. Made Damriyasa, M.S., pengacara Ruhut Sitompul, dan Kepala Pusat Litbang Keagamaan dan Manajemen Organisasi Kemenag, Dr. Muhammad Zein, MAg. Hadir pula Ditjen Bimas Hindu, Prof. Drs. Ketut Widnya, MA, M.Phil., dan anggota DPD RI AA. Gde Agung.

Sarasehan yang dihadiri ratusan warga lintas agama ini membahas tentang kerukunan beragama di Pulau Dewata. Dalam paparannya, Ida Pengelingsir Agung Putra Sukahet mengatakan bahwa kerukunan di Bali saat ini patut disyukuri. Hal itu karena masyarakat  mampu menjaga kerukunan di tengah beragamnya persoalan. “Walau cobaan hebat terjadi, kita masih rukun dan utuh, ini harus disyukuri. Kita berhasil masih bersatu padu di bawah Pancasila,” tegasnya.

Baca juga :  Putri Suastini : Pandemi Jadi Momentum Keselarasan Alam dan Manusia

 

Bagi Sukahet, kerukunan di Bali bukan karena Bali tidak mengalami persoalan kerukunan. Bahkan persoalan satu ini, baginya, sangatlah pelik. Menurut  dia, terciptanya kerukunan tak lepas dari peran seluruh lapisan masyarakat dan organisasi yang menjunjung tinggi Pancasila. “Tantangan kerukunan ini semakin berat seperti keberadaan kelompok radikal, sekarang dan sampai kapan pun. Mereka adalah yang sampai saat ini alergi terhadap perbedaan,” ungkapnya.

Baca juga :  Pemkot Tata Permukiman Kumuh Gang Dahlia dan Cempaka

 

Tahun 2019 lalu Kementerian Agama menetapkan bahwa Bali menduduki peringkat ketiga secara nasional. Peringkat tersebut sekaligus mencatat penurunan peringkat Bali soal kerukunan selama tiga tahun sebelumnya. Sedangkan Ruhut Sitompul menjelaskan bahwa Bali harus bisa menjadi tauladan dan barometer kerukunan beragama yang terawat baik. Itu dapat diperkuat juga melalui sinergi dengan TNI dan Polri di bidang keamanan dan ketertiban masyarakat.

 

“Bersahabatlah dengan TNI dan polisi sebagai kamtibmas. Dua lembaga ini merupakan lembaga yang kuat,” ujarnya di hadapan hadirin.

Sebagai wujud kerukunan, tokoh lintas agama yang hadir serempak berikrar untuk menjunjung tinggi toleransi. Ada tiga poin ikrar, yakni menjaga kerukunan bergama, berbangsa dan bermasyarakat berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, bersama menciptakan suasana damai dan menolak paham radikalisme yang memecah bangsa.

Baca juga :  Sebelum Ditemukan Tewas, Ketut Silib Tulis 6 Lembar Pesan

 

Sarasehan ini ditutup dengan peluncuruan buku Presiden RI berjudul ‘’Kiprah Jokowi Membangun NKRI’’. Buku ini secara simbulis diserahkan oleh Rektor Unhi, Prof. Dr. Made Damriyasa,M.S, kepada anggota DPD RI Dapil Bali AA Gede Agung. Buku tersebut memuat informasi tentang kiprah Jokowi yang fokus pada pembangunan infrastruktur negeri untuk membuka potensi ekonomi Indonesia, sesuai dengan rencana yang ditargetkan. (wiradana)