Catat! Ini Sejumlah Seruan Soal Nyepi

0
24

Kesiman, DenPost

Sembilan seruan resmi diputuskan jelang pelaksanaan Hari Raya Suci Nyepi Tahun Baru Çaka 1942 pada 25 Maret 2020, mendatang. Ini merupakan hasil koordinasi bersama antara lembaga terkait, pada 11 Februari lalu di Vasini Hotel, Kesiman, Denpasar. Seruan ini disepakati lembaga terkait seperti Pemerintah Provinsi Bali, Polda Bali, Korem 163/Wirasatya, Majelis Desa Adat Provinsi Bali, Forum Kerukunan Umat Beragama Provinsi Bali, PHDI Bali, Majelis-majelis Agama Provinsi Bali.

Itu dikatakan Wakil Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Denpasar, I Made Arka. Diwawancarai Jumat (22/2), ia mengatakan seruan resmi berlaku dan diperuntukkan kepada semua umat di Bali demi terwujudnya kondusifitas saat Hari Raya Nyepi. Seruan ini telah disebar hingga pemerintahan kelurahan dan desa, yang selanjutnya dapat diikuti oleh masyarakat. “Jadi tidak ada lagi yang tidak tahu, atau pura-pura tidak tahu soal edaran ini,” ujarnya.

Baca juga :  Lagi, Satu Pasien Covid-19 di Denpasar Meninggal

Arka mengatakan, dari sembilan seruan yang disepakati, tentang pemutusan akses internet menjadi seruan yang menarik perhatian. Para penyedia jasa seluler dan IPTV diharapkan agar mematikan data seluler selama Nyepi berlangsung, dimulai dari pukul 06.00 Wita hingga Kamis, 26 Maret 2020 pukul 06.00 Wita. “Ini merujuk pengalaman kita di Bali, yang sebelumnya sempat kecolongan karena ada yang unggah status di media sosial. Jadi kami hindari itu,” terangnya.

Baca juga :  Komplotan Keprok Kaca Mobil Ditangkap Polisi

Sedangkan delapan seruan lain, hanya dibuat lebih kompleks. Pertama, Nyepi meliputi melis, pangerupukan, sipeng dan ngembak gni dengan khusyuk sesuai pedoman PHDI. Kedua, penyedia jasa transportasi baik darat, laut, dan udara tidak diperkenankan beroperasi selama pelaksanaan Hari Raya Suci Nyepi Rabu, 25 Maret 2020. Dimulai dari pukul 06.00 Wita hingga Kamis, 26 Maret 2020 pukul 06.00 Wita. Keempat, masyarakat tidak diperkenankan menyalakan pengeras suara.

Baca juga :  Nyolong Tas di Bawah CCTV, Aksi Sopir Taksi Online Terbongkar

“Seperti petasan, yang mengganggu kesucian Nyepi dan membahayakan ketertiban umum. Kelima, penyedia jasa hiburan lainnya yang ada di Bali tidak diperkenankan mempromosikan usahanya dengan branding Hari Raya Suci Nyepi,” imbuhnya. Keenam, Prajuru Desa Adat, Pecalang, dan Aparat Desa/Kelurahan, bertanggung jawab mengamankan rangkaian Nyepi. Ketujuh, bagi umat lainnya wajib menjaga dan menghormati kesucian Hari Raya Suci Nyepi. (wir)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini