50 Ekor Babi Mati Mendadak, Peternak di Karangasem Waswas

0
5

Amlapura, DenPost

Kasus babi mati mendadak kini menghantui peternak babi Karangasem. Dinas Pertanian Kabupaten Karangasem mencatat ada 50 ekor babi yang mati mendadak.

Kondisi ini membuat peternak babi Karangasem waswas, salah satunya peternak babi asal Desa Pasedahan, Manggis Karangasem, I Ketut Manta. Pemilik puluhan ekor babi ini mengaku pihaknya berencana akan menjual babinya, akibat takut terserang virus. “Sudah terus saya tawarkan pada pengepul daging untuk saya jual. Tapi katanya belum bisa ambil karena penuh, banyak orang juga yang jual babi,” ungkapnya.

Baca juga :  Satu PDP di Klungkung Mengarah Positif

Karenanya, pihaknya terus melakukan berbagai upaya untuk mencegah penularan virus. “Tiap hari saya semprotkan desinfektan. Saya juga selalu cari informasi di internet apakah ada obat yang bisa mencegah agar tak sampai babi saya terinfeksi. Ada saya lihat obat dari luar negeri. Saya akan coba pesan,” terang Manta.

Kini dengan upaya yang dilakukan, pihaknya berharap hewan ternaknya tak sampai terinfeksi. “Kalau itu sampai kena, saya akan merugi besar. Apalagi sekarang harga babi karena isu ini sudah sedikit merosot,” imbuhnya.

Baca juga :  Akhirnya, Sumatri- Sukarena Dapat SK Rekomendasi Golkar

Sementara itu, Kabid Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Karangasem, I Made Ari Susanta, mengungkapkan, terdata 5 desa yang ditemukan kasus babi  mati mendadak yakni Desa Besakih, Amerta Buana, Manggis, Tenganan, dan Ababi. “Belum bisa dikatakan itu ASF, karena kejadian di tiga Desa, diantaranya Manggis, Besakih, Ababi masih identifikasi lab. Sedangkan  Amerta Buana dan Tenganan, sedang dalam infestigasi dan penanganan dan belum bisa dikatakan ASF,” jelasnya.

Baca juga :  Pengunjung Diskotek Ditangkap Bawa Narkoba

Di lain pihak, salah satu peternak pemilik babi mati mendadak,  asal Desa Tenganan,  Kecamatan Manggis, Karangasem, Ni Wayan Rukmini menjelaskan, kematian ternaknya mirip gejala ASF. “Sebelum babi saya mati,  babi tidak mau makan selama tiga hari, kondisi badannya panas, dan bengong. Itu mirip ciri-ciri babi yang mati di 3 Kabupaten sebelumnya,” jelasnya. (yun)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini