Ditutup, Cafe Remang-remang Jadi Seperti Ini di Badung

0
8

Mangupura,DenPost

Pascditutupnya warung atau cafe remang-remang beberapa bulan lalu, ternyata cukup banyak yang telah beralih fungsi. Mulai dari berubah menjadi warung hingga rumah kost-kosan. Dari data yang dikumpulkan, warung remang-remang yang sebelumnya marak di Kabupaten Badung sudah ada delapan yang berubah menjadi kos-kosan.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Badung, IGAK Suryanegara, saat dikonfirmasi Sabtu (22/2) tak menampik perihal tersebut. “Data saat pertama kali nutup per awal  bulan Oktober ada 42 usaha, dalam perjalanan sampai sekarang ada delapan yang melakukan perubahan fungsi menjadi tempat kos, dua buah tempatnya dijual ada lima yang menjadi rumah makan atau restouran dan satu hanya salon saja,” terangnya.

Baca juga :  Jaga Lingkungan Bersih, Desa Adat Abianbase Berlakukan Ini

Kendati telah beralih fungsi, birokrat asal Denpasar ini menegaskan tetap melakukan pengawasan. Bahkan, pihaknya akan menindak tegas apabila ditemukan adanya pelanggaran. “Perubahan fungsi tidak serta merta bebas, kami awasi dan evaluasi terus menerus minimal 3 bulan,” katanya.

Menurutnya, selama pengawasan pihaknya menemukan beberapa usaha warung remang-remang yang mencoba untuk tetap beroperasi. “Ada yang coba-coba buka, tapi sudah kami tipiringkan, didenda Rp 5 juta rupiah. Karena itu, kami tegaskan bila ada yang coba tetap buka kami akan ajukan ke kejaksaan sebagai pelanggaran pidana ringan,” ucapnya.

Baca juga :  Desa Adat Kerobokan Lakukan Penyemprotan Disinfektan di Area Melasti

Seperti diketahui, penertiban ini dilakukan karena adanya kasus perkelahian usai pesta minuman keras di warung Madu di Desa Angantaka, Kecamatan Abiansemal yang berujung merenggut korban jiwa. Sehingga menjadi perhatian serius Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung dan langsung turun ke lokasi untuk memberikan surat teguran kepada sejumlah warung remang-remang, cafe dan salon diduga plus-plus.

adanya insiden berdarah tersebut, pihaknya bersama tim bersama perangkat desa, adat, dan juga dari kecamatan bersama-sama memberikan pembinaan. “Kami juga agak susah mungkin saja selama ini masyarakat menganggap itu warung-warung biasa, sehingga tidak dijadikan suatu permasalahan. Namun, kejadian ini sebagai koreksi kita terhadap kegiatan-kegiatan seperti ini,” terangnya.(115)

Baca juga :  Pria Paruh Baya Tewas di Pinggir Sungai