Anggota DPR RI Kecam Terganggunya Sistem di Imigrasi

0
14

Renon, DenPost

Sistem di Imigrasi di Bandara Ngurah Rai yang sempat mati dan menyebabkan antrean penumpang di kedatangan internasional dikecam anggota Komisi VI DPR RI, Nyoman Parta. Menurutnya, peristiwa tersebut memberi kesan negatif terhadap pariwisata Indonesia, khususnya Bali.

“Kejadian terganggunya sistem di Imigrasi Bandara Ngurah Rai yang menyebabkan antrean sampai tiga jam tersebut memalukan Bali dan Indonesia di dunia internasional,” kata Parta, Minggu (23/2).

Baca juga :  Bali Tetapkan Status Siaga Penanggulangan, Begini Arahan Koster

Seperti diketahui, Jumat (21/2) lalu, sistem di Imigrasi Bandara Ngurah Rai sempat terganggu. Akibatnya selama hampir 3 jam, penumpang antre di terminal kedatangan internasional.

Parta mengaku prihatian atas kejadian tersebut. Menurutnya, di tengah seriusnya dampak negatif kasus virus Corona terhadap pariwisata Bali, jajaran imigrasi bukannya memberikan kesan positif terhadap perbaikan pelayanan.

“Kami di Komisi VI DPR RI sedang mendorong pemerintah melakukan upaya-upaya agar pariwisata segera pilih. Seperti kebijakan tiket murah, baik untuk penerbangan domestik maupun penerbangan internasional. Kami juga sedang mendorong pemerintah untuk mencari pasar  di luar Tiongkok, eh malah ada kejadian sepeti ini. Ini memalukan,” ujar anggota Dewan dari Dapil Bali ini.

Baca juga :  Proyek Besar Minim Libatkan Tenaga Lokal

Menurut Parta, Sistem Imigrasi bukanlah hanya berfungsi administrasi, melainkan juga berkaitan dengan keamanan negara. Seharusnya, tambah dia, disiapkan sistem yang bisa  mengantisipasi  segala keadaan.

“Di Imigrasi kan ada pihak Telkom yang menyediakan internet dan pihak vendor  yang menyediakan aplikasi. Yang bermasalah ini yang mana?” tanyanya.

Politisi PDI Perjuangan asal Guwang, Gianyar ini menyatakan, dengan kejadian tersebut menunjukan bahwa Imigrasi belum adaptif dengan TI 4.0. “TI 4.0 hanya diwacanakan. Sebagai daerah wisata, kejadian terganggunya sistem di Imigrasi yang menyebabkan antrean sampai tiga jam ini memalukan Bali dan Indonesia di dunia internasional,”  tandas Parta. (106)

Baca juga :  Esensi Profesi Guru, Prof. Oka Sebut Kuasai Ilmu Saja Belum Cukup

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini