Selain Corona, “Virus” ini Juga Hantui Watersport Tanjung Benoa

0
11

Kutsel, DenPost

Selain virus Corona yang berdampak pada limbungnya wisata bahari Tanjung Benoa, ternyata ada “virus” lain yang menghantui. “Virus” tersebut adalah perang tarif yang kian tidak terkendali. Hal itu diungkapkan Wakil Ketua II DPD Gahawisri Bali, Wayan Dharma, Minggu (23/2).

Dharma yang juga pengusaha lokal ini memaparkan kalau perang tarif ini sudah cukup lama terjadi. Dia mencontohkan, normalnya biasa bertarif Rp 300 ribu, tapi ada pengusaha yang menjual sampai Rp 90 ribu. “Ini namanya gali lobang, bukan tutup lobang tetapi mengubur diri sendiri,” ujar pemilik Basuka Watersport ini.

Baca juga :  Kejari Endus Bau Tak Sedap di PMI Gianyar

Dia berharap pemerintah segera turun tangan untuk mengendalikan perang tarif ini. “Pak Gubernur kan sudah sukses membuat beberapa regulasi, saya yakin beliau melalui jajarannya akan bisa memberikan solusi mengatasi kondisi ini,” katanya.

Sebab dalam kondisi seperti saat ini, jika perang tarif masih dilakukan akan membuat usaha semakin terpuruk.
Selaku wakil DPD Gahawisri Bali, dia juga akan menyikapi kondisi dalam sebuah pertemuan nantinya. Hasil pertemuan inilah nantinya akan disampaikan ke Pemprov Bali agar disikapi. (113)

Baca juga :  Peserta Latihan Basarnas Jalani Rapid Test

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini