Urab Daun Keliki, Menu Khas Taman Sari, Karangasem

0
47
MENU KHAS- Urab daun keliki menjadi menu khas warga Banjar Taman Sari, Karangasem, yang kerap ditampilkan pada festival kuliner. (DenPost/yunda)

Sebagian orang mungkin agak asing mendengar tamanan keliki. Hal itu karena tanaman yang menyerupai singkong jenis jarak ini memang tumbuh liar di tegal. Namun berbeda halnya dengan warga Banjar Taman Sari, Desa Tianyar Barat, Kecamatan Kubu, Karangasem ini. Mereka justru daun keliki menjadi makanan lezat khas banjar setempat.

WARGA Banjar Taman Sari, Nengah Budiartana, Minggu (23/2) mengatakan bahwa warga setempat sudah biasa mengolah daun keliki untuk dijadikan urab. ‘’Rasanya sangat enak. Ini menjadi menu istimewa kami saat ada acara,” tegasnya.

Budiartana menambahkan makanan ini sebenarnya mulai ada di Banjar Taman Sari sejak empat tahun. “Semula saya mencoba salah satu makanan yang menggunakan daun keliki di daerah Negara. Saya lalu minta bibitnya untuk dikembangkan di banjar saya. Ternyata keliki ini cocok ditanam di daerah panas,” ungkapnya.

Baca juga :  Tingkat Hunian Hotel di Karangasem Tinggal 25 Persen

Menurut Budiartana, daun keliki biasanya diolah menjadi urab atau lawar sayur sebagai pengganti daun belimbing atau pepe. “Biasanya dua bahan itu dipakai. Lalu kami coba ganti dengan daun keliki. Eh..rasanya ternyata lebih enak. Kalau pepe dan belimbing kan ada rasa pahitnya. Tapi daun keliki tidak, dan sangat cocok dipadukan dengan basa genep rajang,” terangnya. Tak sendiri dalam olahan urab, daun keliki juga biasa dicampur dengan parutan kelapa dan daging. “Semua daging cocok, tapi paling enak kalau pakai urab daging ikan laut,” imbuhnya.

Baca juga :  Komisioner dan Staf KPU Karangasem Lakukan Swab Test

Kini makanan khas ini mulai diperkenalkan di khalayak luas sebagai salah satu makanan khas Banjar Taman Sari. “Di banjar, kami juga mulai kembangkan tanaman keliki dan hampir di setiap rumah punya. Di daerah kami yang panas, sangat mudah tumbuh, dan mudah juga dipanen karena pohonnya tak terlalu tinggi,” ungkap Budiartana.

Dia berharap agar makanan khas ini bisa menjadi salah satu daya tarik wisatawan untuk bertandang ke Banjar Taman Sari. “Semoga dengan diikutkannya dalam festival-festival kuliner, makanan khas ini dikenal luas masyarakat,” pungkas Budiartana. (yunda)

Baca juga :  Pelabuhan Padang Bai Tutup Loket, Penyeberangan ke NTB Dihentikan