Bangkai Babi Rambah Hutan Bakau di Kuta Selatan

0
9

Kutsel, DenPost

Heboh pembuangan bangkai babi ke lingkungan sekitarnya ternyata bukan hanya terjadi di Kuta Utara. Di Kuta Selatan juga terjadi hal yang sama. Bangkai-bangkai babi sampai merambah kawasan konservasi hutan  mangrove (bakau). Kondisi ini tidak dipungkiri Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kabupaten Badung I Wayan Wijana saat dimintai konfirmasi Minggu (23/2/2020).

Menurut dia, pembuangan bangkai babi dilakukan warga ke sungai sehingga sampai di kawasan konservasi hutan mangrove.  “Kejadian di Kuta Selatan ini sudah dikoordinasikan dengan camat dan lurah. Bangkai babi itu sudah dikubur petugas kebersihan kelurahan, ” ungkap Mantan Camat Kuta Selatan ini.

Baca juga :  ‘’Srikandi’’ DPRD Badung Ajak Warga Manfaatkan Momen Nyepi

Hanya Wijana mengaku tidak tahu persis sumber bangkai babi tersebut karena daerah rawa-rawa yang bisa berasal dari mana saja. Pihaknya bersama aparat kelurahan dengan tegas minta warga agar mengubur babi yang mati. Hal ini untuk mencegah penyebaran penyakit. “Kami sangat mengharapkan dukungan dan kesadaran masyarakat agar wabah ini segera bisa diatasi, ” beber pria berpenampika kalem tersebut.

Ditanya mengenai jumlah babi yang mati di Badung, Wijana mengatakan dari data terakhir yang dicatat petugas Disperpa Badung  mencapai 845 ekor. Namun kematian babi ini mulai bisa diredam. Hal itu karena pihaknya telah menyosialisasikan kepada peternak mau masyarakat supaya menerapkan bio sekuriti secara ketat. Langkah ini diyakini bisa mencegah penyebaran virus.   (sugiadnyana)

Baca juga :  Percepat Penanganan Covid-19 , Badung Ajak Dunia Usaha Terlibat