Kematian Babi Juga Terjadi di Samuh, Peternak Enggan Melapor

0
8

Amlapura, DenPost

Kasus kematian babi secara mendadak kini meluas ke Dusun Samuh,Desa Bugbug, Karangasem. Seorang peternak, Ketut Kari (60) mengaku merugi lantaran enam ekor  anak babi siap jual dan seekor “bangkung” peliharaannya mati mendadak.

“Padahal tinggal nunggu giliran untuk diambil pembeli bibit. Tapi keburu mati,” ungkapnya. Ia mengungkapkan, awalnya pembeli bibit ingin membayar 600 ribu per ekor, untuk tiap bibit yang telah berusia 2 bulan tersebut. Namun sebelum diambil, anak babinya keburu mati.

Baca juga :  Di Karangasem, Usia Ini Tertinggi Terpapar Covid-19

Saat itu, Kari masih sedikit lega. Karena masih memiliki seekor bangkung yang siap dianakkan kembali. Namun nasib berkata lain, Sabtu (22/2) lalu bangkungnya mendadak mati. “Sebelum mati ciri-cirinya sama dengan sebelumnya. Sekitar 5 hari tak mau makan. Serta terlihat lemas dan merah,” terang Kari. Dari kejadian ini Kari merugi sebesar Rp 5 juta. Untuk menyambung hidup, ia lantas bekerja membuat berbagai jejahitan berbahan daun kelapa.

Baca juga :  Koster: Jika Kasus Melonjak, Pariwisata Bisa Ditutup lagi

Tak hanya Kari, nasib yang sama juga dialami Nyoman Sumanta (52). Dari 25 babi peliharaannya, 5 di antaranya mati mendadak. Bahkan satu babi seberat 75 kg mati sesaat sebelum disembelih untuk upakara. “Saat itu maunya nguling 2 babi, tapi ternyata satunya mati. Jadi kami segera menguburnya,” jelas Sumanta. Kini 20 babi yang tersisa, beberapa di antaranya dalam kondisi sakit. “Semoga saja tidak mati, agar saya tak merugi lagi,” harapnya.

Baca juga :  Terus Melonjak, Karangasem Catat 20 Kasus Baru Dalam Tiga Hari

Sementara itu, Kawil Banjar Samuh, Nyoman Citera Darma Wijayanri, menuturkan, sementara ada 5 peternak babi yang hewan ternaknya mati mendadak. “Jumlahnya puluhan. Hanya saja, warga belum ada yang melapor. Mereka memilih pasrah, dan fokus menyelamatkan yang tersisa,” ungkapnya.

Kasi Keswan Dinas Pertanian Kabupaten Karangasem, Nengah Kepeng, mengimbau agar masyarakat yang terkena dampak segera melapor, agar bisa melakukan tindak  pencegahan sehingga tak menyebar ke babi yang lain. (yun)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini