Tipu Turis, Dua Staf ‘’Money Changer’’ Dibekuk

0
8
SELUNDUPKAN BAYI LOBSTER – Penyelundup puluhan ribu bayi lobster, AH (No.2 dari kanan), pascadiamankan petugas Bea-Cukai Ngurah Rai, Senin (24/2) kemarin sekitar pukul 06.00. (DenPost/ist)

Gianyar, DenPost

Jajaran Reskrim Polres Gianyar menciduk dua tersangka penipu money changer/MC (penukaran valuta asing), Komang Darmawan (23), warga Banjar Dinas Temakung, Desa Ban, Kubu, Karangasem, dan Komang Udik Aryawan (20), warga Banjar Dinas Jatituhu, Desa Ban, Kubu, Karangasem. Keduanya ditangkap saat beraksi menipu Joaquin Fernan (47), warga negara Argentina, pada Sabtu (22/2/2020) sekitar pukul 14.30.

Polisi juga mengamankan uang 800 dolar AS dan Rp2,9 juta. Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 372 KUHP dengan ancaman hukuman empat tahun penjara. Kini duanya diamankan di Mapolres Gianyar untuk proses hukum lebih lanjut.

Kasat Reskrim Polres Gianyar AKP Deni Septiawan didampingi Kasubag Humas Iptu Ketut Suarnata, seizin Kapolres AKBP Dewa Made Adnyana,

Baca juga :  Kasus Tanah Pasar Umum Gianyar, Anggota Dewan Sarankan Ini

Senin (24/2) kemarin mengatakan kejadiannya berawal pada Sabtu sekitar pukul 14.30 saat Joaquin Fernan bersama pacarnya ke MC tempat tersangka bekerja di Jalan Monkey Forest, Lingkungan Padangtegal, Ubud.

Di lokasi itu, korban bertemua kedua tersangka. Korban menyatakan menukar 800 dolar AS. Saat itu karyawan MC menyatakan harga Rp13.725 per dolar. Saat itu, korban sepakat menukarkan uangnya sebanyak 800 dolar AS. Bila ditukarkan, korban mestinya menerima Rp10.980.000.

Rupanya kedua tersangka ingin berbuat jahat. Untuk mengalihkan perhatian dan mengecoh korban, salah seorang tersangka minta uang kembalian Rp20 ribu. Saat itu juga tersangka mengambil uang korban Rp2,9 juta. Caranya menghalanginya dengan kalkulator. Tersangka lain mengalihkan perhatian korban dengan mengajak bicara.

Baca juga :  Gali Septic Tank, Buruh Proyek Kaget Temukan Ini

Usai itu, korban kembali ke tempat menginap. Namun sampai di hotel di Lingkungan Padangtegal, Ubud, korban dan pacarnya menghitung kembali uang yang diterimanya. Namun jumlahnya hanya Rp8.080.000, sehingga ada kekurangan Rp2,9 juta. Atas kejadian itu, korban melapor ke staf hotel.

Oleh staf hotel, korban diantar ke posko pecalang. Korban kemudian diantar pecalang mendatangi MC di Monkey Forest itu. Setelah korban protes, staf MC (kedua tersangka) mengembalikan uang korban sebanyak Rp2,9 juta. Namun kedua tersangka kemudian digelandang ke kantor polisi. Di hadapan polisi, mereka mengakui perbuatannya.

Baca juga :  Oknum Sulinggih Diduga Berbuat Cabul, Desa Adat Akan Lakukan Ini

Kasat Reskrim Polres Gianyar menambahkan hasil pemeriksaan, ternyata Mc tempat kedua tersangka bekerja, belum mengantongi izin. Polisi akan memeriksa pemiliknya. ”Lantaran tidak berizin, MC itu kami tutup,”tegas Kasat Reskrim.

Salah seorang tersangka mengaku bahwa mereka baru bekerja sebulan lalu di sana. Selama itu pula, keduanya menipu sebanyak 10 kali. Namun kali inilah paling banyak uang turis yang ditilep. ”Saya sudah sepuluh kali melakukan, namun sedikit-sedikit yaitu antara Rp50 ribu hingga Rp100 ribu. Kali ini yang paling banyak,” tegas pria bertubuh gemuk itu. (yuliantara)