Ini Penyebab Tak Ada Calon Perseorangan yang Mendaftar

0
11
Luh Riniti Rahayu

Renon, DenPost

Persyaratan yang berat dan ribet menyebabkan tidak ada tokoh yang maju lewat jalur perseorangan pada Pilkada serentak 2020 di enam kabupaten/kota di Bali. Itu diungkapkan pengamat politik, Dr. Luh Riniti Rahayu, ketika diminta tanggapannya, Selasa (25/2).

Seperti diketahui, hingga hari penutupan pendaftaran calon perseorangan Minggu (23/2), tidak ada satu pun yang mendaftar. Baik di KPU Kota Denpasar, KPU Tabanan, KPU Badung, KPU Jembrana, KPU Bangli dan KPU Karangasem.

Baca juga :  Digaet Maju Pilkada Badung, Begini Kata Disel Astawa

“Calon perseorangan itu lebih berat dibandingkan pencalonan dari parpol, karena syaratnya seperti pengumpulan KTP berjumlah banyak sesuai persentase penduduk. Juga ribet, ” kata Riniti.

Menurut dosen Universitas Ngurah Rai ini, setelah syarat dipenuhi, calon perseorangan tidak mudah membuat simpul-simpul penggerak seperti parpol yang sudah mempunyai cabang, anak ranting di bawah. “Itu yang berfungsi sebagai mesin penggerak meraih dukungan pemilih,” terangnya.

Baca juga :  Ratusan Kotak Suara di Jembrana Mulai Dirakit

Dikatakan pula, meskipun calon perseorangan misalnya bisa menang, ia akan lebih sulit menghadapi DPRD dalam menjalankan pemerintahannya dibandingkan calon dari partai, karena tidak memiliki koalisi.

Juga, menurut Ketua LSM Bali Sruti ini, diperlukannya biaya yang besar dengan modal politik yang juga besar, tentu membuat peminatnya tidak ada.

Kalau memang tak ada peminatnya, apa tidak sebaiknya dihapus saja pencalonan jalur perseorangan dari UU? Ditanya begitu, Riniti mengatakan, demokrasi memberikan kesempatan kepada semua warga negara, termasuk warga negara yang bukan pengikut parpol. (106) 

Baca juga :  8 Bulan Menganggur, Pemandu Selancar Ikut Lipat Surat Suara

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini