Begini Pemilahan Sampah di Desa Adat Penglipuran

Bangli, DenPost

 

Pengukuhan Desa Adat Lingkungan Penglipuran di Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli sebagai salah satu desa terbersih di dunia sejak tahun 2016 lalu bukanlah tanpa alasan. Kebersihan di desa wisata ini sudah terjadi sejak dulu kala, diawali para mendiang leluhurnya. Budaya itu ternyata tak lekang meskipun para sesepuh sudah tidak ada.

“Kami sebagai generasi penerus termasuk generasi muda nantinya terus mewarisi budaya bersih yang para leluhur kami telah lakukan dulu. Ini sudah melekat dalam kepribadian kami di sini, jadi tidak ada keterpaksaan, apalagi sampai memberikan denda,” kata Ketua Pengelola Desa Panglipuran, I Nengah Moneng, Senin (25/2).

Untuk pengolahan sampah, di Penglipuran memiliki pengeloahan sampah organik. Daun-daun akan dipilah dijadikan pupuk. Secara sederhana pihaknya melaksanakan kebersihan pertama di masing-masing rumah tangga. Sampah dipisahkan menjadi tiga yaitu pertama sampah yang akan diolah menjadi kompos, yang kedua sampah plastik, kertas dan sejenisnya yang dijual oleh ibu-ibu PKK kepada bank sampah.

Baca juga :  Diduga Sakit Jantung, Siswa SMPN di Gianyar Meninggal di Sekolah

Ketiga sampah yang lainya itu sisa pertama dan kedua itu dibuang ke TPA dalam hal ini diambil oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bangli. “Jadi PKK yang bertugas memungut sampah lingkungan, dan mengambil sampah di masing-masing rumah tangga yang sudah dipilah sebelumnya. Jadi yang bergilir anggota PKK-nya tiap hari,” sebut Moneng. (128)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini