Karena Ini, Pekerja di Bali Minim Ikut BP Jamsostek 

0
9

Sanur, DenPost

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali, Ida Bagus Arda mengungkap fakta baru soal kepesertaan tenaga kerja di BP Jamsostek. Ia menyebutkan, saat ini jumlah tenaga kerja di Bali 2.446.000 termasuk tenaga kerja baru sebanyak 385 ribu. Mereka terbagi atas pekerja formal dan non formal. “Data ini sejak Agustus 2019, kebetulan berimbang, pekerja formal dan informalnya rata-rata 1,2 juta pekerja,” ujarnya.

 

 

 

Itu ia sampaikan dalam sosialisasi PP No. 82 Tahun 2019 pada Selasa (25/2) di Prime Plaza Hotel, Sanur, Denpasar Timur. Fakta lainnya, dari 1,2 juta pekerja formal, saat ini hanya 478.000 pekerja yang menjadi peserta BP Jamsostek. “Makanya kita dorong lagi, ada 60 persen lebih yang belum. Saya langsung minta kepada kabupaten untuk melakukan pembinaan khususnya kepada dinas yang menaungi ketenagakerjaan,” terangnya.

Baca juga :  Gandeng IDI, Pemkot Gelar Swab Test Massal PMI

 

 

 

Selain itu, ia mendorong sosialisasi juga diberikan kepada perusahaan termasuk kepada pekerja mandiri (UMKM). Saat ini, ia mencatat bahwa jumlah perusahaan yang tergolong menengah ke atas sekitar 13.500, sedangkan tingkat kecil dan menengah ke bawah mencapai 18.000. Arda mengatakan, salah satu yang menjadi kendala kepesertaan adalah sosialisasi yang belum maksimal lantaran keterbatasan sumber daya manusia.

 

 

Baca juga :  Pantai Matahari Terbit dan Pantai Sindu Belum Dibuka

 

Deputi BP Jamsostek Banuspa, Deny Yusyulian, menilai jumlah 478 ribu peserta tergolong cukup baik. Pada periode 2018-2019, ia menyebutkan bahwa jumlah kepesertaan sektor tenaga kerja maupun badan usaha dan pemberi kerja di Bali naik 20 persen. “Total iuran di Bali 2019 kemarin mengumpulkan Rp.1,798 Triliun. Tahun 2020 kami optimis capai Rp 2,1 Triliun, apalagi ada program Paritrana Award kepada Pemda,” ujarnya.

Baca juga :  Wagub Yakin Pariwisata Bangkit Begitu Kembali Dibuka

 

 

Ia menambahkan, pada tahun 2020 pihaknya menargetkan kepesertaan Pekerja Penerima Upah (PPU) mencapai 380 ribu. Sedangkan untuk sektor non formal ditarget 467 ribu. (wir)