Cari Pemuda Hilang, Polres Buleleng Mesti Koordinasi

0
6

Polres Buleleng berkoordinasi dengan Polsek Seririt dan Polsek Busungbiu untuk menangani kasus I Gede Doni Wiantana (20) yang menghilang setelah dijanjikan kerja di kapal pesiar. Warga Banjar Dinas Padma Kencana, Desa Telaga, Busungbiu, Buleleng, itu sudah tujuh bulan tak ada kabarnya.

 

KASUBAGHUMAS Polres Buleleng Iptu Gede Sumarjaya saat dimintai konfirmasi Selasa (25/2/2020) mengatakan bahwa pihaknya berkoordinasi dengan dua polsek lantaran lokasinya ada di dua tempat. “Kasusnya ditangani Polsek Seririt. Sedangkan pemuda yang dilaporkan hilang itu berada di wilayah hukum Polsek Busungbiu. Kami masih lakukan penyelidikan,” tegasnya.

 

Seperti diberitakan sebelumnya, Doni awalnya pamit ke orangtuanya untuk bekerja di kapal pesiar. Dia mengaku kuliah terlebih dahulu di sekolah perhotelan. Ketika itu ada warga Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt, Komang Adi Setiadi alias Fredy, yang menawarkan jasa untuk membantu Doni kuliah di Kampus SHS, Singaraja, sekaligus bekerja di kapal pesiar. “Orangtua Doni memberikan uang secara bertahap kepada Fredy di Lokapaksa. Jika ditotal berjumlah Rp250 juta, dengan harapan anaknya terbantu kerja di kapal pesiar. Itupun setelah Fredy minta,” ujar kerabat Doni.

Baca juga :  Kapolsek Wisnaya Melayat ke Rumah Duka Korban Penganiayaan

Untuk memperoleh uang sebanyak itu, ayah Doni yakni I Kadek Yusadana mesti meminjam dari orang lain dan menggadaikan rumah satu-satunya di Banjar Dinas Padma Kencana,Desa Telaga, Busungbiu.

Yusadana lalu curiga karena Doni tak pernah berkabar selama tujuh bulan. Pihak keluarga lantas menanyakan Doni kepada Fredy, tapi tak mendapat hasil, karena Fredy ternyata juga menghilang. Doni lalu dilacak ke Kampus SHS tempat dimana dia disebut-sebut kuliah perhotelan. Alangkah kagetnya I Kadek Yusadana setelah tahu anaknya tak tercatat sebagai mahasiswa di kampus itu. Dia tambah terpukul karena selain kehilangan anak tersayang, juga kehilangan uang ratusan juta rupiah.

Baca juga :  Dua Kapal Pesiar Batal Berlabuh di Celukan Bawang

Kanit Reskrim Polsek Seririt Iptu Putu Edy Sukriyawan membenarkan adanya kasus dugaan penipuan dengan modus kerja di kapal pesiar tersebut.

Untuk melacak Doni dan Fredy, Polsek Seririt berkoordinasi dengan Imigrasi Singaraja. Tapi keduanya tidak tercatat melakukan bepergian ke luar negeri.

Polisi terus mendalami kasus dugaan penipuan dengan iming-iming kerja di kapal pesiar yang merugikan I Kadek Yusadana ini. Selain memintai keterangan sejumlah orang yang dianggap mengetahui persoalan itu, polisi juga melakukan pencarian ke sejumlah tempat yang diduga menjadi lokasi keberadaan Doni dan Fredy. Termasuk mendalami pengakuan Yusadana yang pernah melakukan kontak melalui sambungan telepon lewat video call (VC) yang menyebut anaknya berada di Miami, Amerika Serikat, padahal Imigrasi memastikan Doni dan Fredy tak ada bepergian ke luar negeri.

Baca juga :  Longsor Tutup Akses Jalan di Desa Sepang

“Saat VC, katanya ada pemandangan laut seolah-olah yang bersangkutan berada di kapal pesiar,” terang Iptu Putu Edy Sukariyawan, Senin lalu. (robin)