Babi Mati Mendadak Kian Meluas di Karangasem

0
29
KHAWATIR - Peternak di Banjar Dinas Ujung Tengah, Tumbu , Karangasem, khawatir tak bisa bayar utang pakan akibat babinya mati.

Amlapura, DenPost

Peternak babi di Banjar Dinas Ujung Tengah, Desa Tumbu, Karangasem, mengeluh karena belasan babi mereka mati mendadak. Keresahan mereka tak hanya soal penyebab kematian babi yang tiba-tiba, namun perihal utang akibat membeli pakan dan bibit babi yang tak mampu dirbayar.

 

Salah satu peternak, Wayan Semadi, mengungkapkan bahwa dia semula hanya bergantung pada penjualan babi untuk membayar pakan dan bibit. “Dua hari lalu, tiga induk dan empat belas anak babi saya mati. Sekarang saya tinggal punya satu bab, dDan itu juga dalam kodisi sakit,” terang Semadi Sedih, Selasa (25/2/2020).

Baca juga :  Dua Pekan, 70 Penjahat Dijebloskan ke Ruang Tahanan

Akibat musibah tersebut, dia merugi Rp7 juta. “Tak hanya rugi tak dapat untung, saya juga bingung membayar pakan babi  yang masih ngutang. Sebelumnya saya biasa bayar setelah menjual ternak. Tapi sekarang, saya bingung harus bagaimana?” ungkapnya.

Nasib yang sama menimpa Nengah Sulandri. Kendati ternak babinya belum ada yang mati, peternak yang memelihara 24 babi ini waswas karena satu induk babinya sakit tak bisa bangun. “Ternak tetangga saya sudah mati. Saya sudah tak enak tidur memikirkan nasib babi-babi saya,” ungkap Sulandri sedih, bila sampai virus menyerang babinya,

Baca juga :  Senderan di Jalan Selat-Rendang Amblas

Ia mengaku pasti akan kalang-kabut, karena utang untuk pakan ternak mencapai belasan juta rupiah. Belum lagi utang membeli pembelian bibit babi yang belum dibayar. “Biasanya setelah jual babi, barulah saya lunasi pakan dan bibitnya,” imbuh Sulandri.

Tak tinggal diam, dia mencoba menawarkan babi-babi siap jual ke beberapa pengepul daging babi. Namun hingga kini belum ada yang mau membeli. “Alasannya masih penuh, padahal saya sudah pasrah berapa pun dibayar asal terjual,” harapnya.

Baca juga :  Tabung Gas Elpiji Bocor, IRT Tewas Terpanggang di Dapur

Kini Sulandri satu-satunya berharap pada pemerintah. “Semoga segera ada solusi dari masalah ini atau ada bantuan bibit nanti untuk peternak yang babinya mati. Dengan demikian, kami bisa bayar utang,” tandasnya. (yunda)