Mpu Acarya Nanda Jelaskan Pawintenan Tapak Gana

0
65
PAWINTENAN - Peserta pelatihan teologi Hindu Brahma Widya menjalani ritual Pawintenan Tapak Gana pada Minggu (23/2/2020) di Pura Lokanatha, Luminang, Denpasar Utara. (DenPost/wiradana)

Lumintang, DenPost

Sebanyak 170 peserta pelatihan teologi Hindu Brahma Widya menjalani ritual Pawintenan Tapak Gana pada Minggu (23/2/2020) di Pura Lokanatha, Luminang, Denpasar Utara. Ritual ini merupakan tahap akhir dari seluruh materi yang ditempuh selama sembilan bulan.

 

Selain pawintenan, saat itu juga dilakukan ritual masepuh pawintenan bagi peserta yang sudah mawinten. Kegiatan diawali dengan ritual mapetik di jaba pura, merajah, dan ngelinggihang Ongkara Atma, di utama mandala pura.

Baca juga :  Bali Raih Penghargaan Strategi Pencegahan Korupsi Terbaik Nasional

 

Ritual ini dipuput Ida Pandita Mpu Nabe Acarya Nanda, Ida Rsi Satya Jyotir dan Sira Mpu Dharma Sogata, yang juga didampingi dua ida bhawati. Di sela proses pawintenan, Ida Pandita Mpu Nabe Acarya Nanda menerangkan sekelumit pehamanan seputar makna pawintenan kepada peserta. “Pawintenan berasal dari kata inten yang berarti permata atau soca,” tegasnya.

 

Dalam keyakinan umat Hindu di Bali, menurut dia, soca merupakan simbol dari kesucian. Sedangkan pawintenan merupakan langkah yang positif bagi diri maupun alam semesta. Bahkan itu tersurta dalam catatan suci lontar. “Ada pula lontar yang menyebutkan suci namanya bila menguncarkan nama Tuhan setiap hari misalkan berjapa,” bebernya.

Baca juga :  Serinah Gantikan Mas Sumatri, Ini Pesan Koster

 

Tahun ini kursus teologi Hindu Brahma Widya memasuki angkatan ketiga. Kursus ini membahas tentang tentang nilai-nilai agama dan penerapannya dalam lingkungan beragama.

 

Ketua Panitia I Wayan Dody Arianta mengatakan pada pelaksanaan pertama, peserta diberikan materi samskerta dasar, nyurat kajang, itihasa , purana, reformasi ritual, siwa sidhanta, modre, krya patra, wariga dasar, dharma wacana berserta yang lain. “Setelah menjalani pawintenan, peserta diharap menempatkan diri di masyarakat dan menerapkan ilmu yang telah didapat dalam kursus,” pungkasnya. (wiradana)

Baca juga :  1 Pasien Covid-19 Meninggal Dunia di Denpasar