Relawan Peduli Mangrove Kewalahan Karena Ini

RELAWAN – Relawan asing saat melakukan konservasi dan pembersihan sampah bersama nelayan Wanasari, Tuban.

Kuta, DenPost

Relawan yang berdatangan dari berbagai negara membuat kelompok nelayan Wanasari Tuban cukup terbantu dalam pelestarian hutan mangrove di kawasan Teluk Benoa. Sayangnya, luberan sampah yang begitu banyak membuat relawan asing ini kewalahan mengatasi kondisi tersebut.

Dengan sarana kano, beberapa bule memungut tanaman eceng gondok yang banyak berseliweran di Teluk Benoa. Sekretaris Kelompok Nelayan Wanasari Tuban, Agus Diana, yang mengoordinir kegiatan ini, Rabu (26/2) mengatakan, para relawan ini datang bergantian dengan sukarela membantu membersihkan sampah, menanam dan memelihara mangrove.

Baca juga :  Cegah Covid-19, Bandara Ngurah Rai Tambah Alat Pengukuran Suhu Tubuh

Menurut Diana, hal ini sudah lama dilakukan kelompok nelayan Wanasari bersama komponen yang peduli akan hutan mangrove. “Sejak beberapa hari ini sampah sangat banyak, baik sampah berupa kayu,  enceng gondok,  plastik,  bantal, popok bayi,  bangkai binatang dan banyak lagi lainnya, sehingga  kami putuskan mengambil sampah yang berupa plastik saja sementara ini karena keterbatasan relawan,” ujar Agus.

Dia juga mengajak semua komponen masyarakat ikut menjaga kelestarian lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan. “Ini sudah lama menjadi keluhan kami, namun sampai sekarang masih saja terjadi,” pungkasnya. (112)

Baca juga :  REDAM PHK, RAMAI-RAMAI BERIKAN DISKON

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini