Cegah Pemanfaatan Jalur Tikus, Pengelola Pariwisata di Kintamani Lakukan Ini

0
11
LOKET - Loket wisata di pintu masuk Penelokan, Batur, Kintamani.

Bangli, DenPost

 

Pendapatan dari hasil retribusi pariwisata Batur UNESCO Global Geopark, Kintamani, Bangli selama ini rupanya mengalami kebocoran. Banyak retribusi yang seharusnya bisa dipungut namun malah lolos begitu saja. Hal itu diduga karena ulah oknum pemandu wisata (guide) atau travel agen yang selama ini menggunakan “jalur-jalur tikus” saat memandu wisatawan agar terhindar dari loket penarikan retribusi tersebut.

“Misalnya saat di depan ketika dicegat, ada oknum guide bilang  tidak turun di sini (kawasan Kintamani). Mengakunya bawa tamu langsung ke Singaraja. Berlalu begitu tanpa banyar retribusi di loket. Nah akhirnya kami ikuti, ternyata setelah agak ke barat dikit, mereka turun dan melihat gunung dan danau batur. Dan ini terjadi cukup banyak,” ungkap Sekretaris Direktur Badan Pengelola Pariwisata Batur UNESCO Global Geopark, Dewa Ketut Setia Darma, didampingi Kepala Divisi Perencanaan dan Pengembangan, I Nengah Suratnata, Rabu (26/1).

Baca juga :  Pujawali di Pura Uluwatu Tanpa Nyejer

Atas kondisi ini, tahun 2021, pihak pengelola berencana menambah empat (4) loket baru yang dipasang di tiga lokasi. Dua loket di kawasan Banjar Alengkong, Songan, satu loket di kawasan Penulisan, dan satu loket di Terunyan. “Jadi kami berusaha menutup pintu-pintu masuk yang dijadikan akses para pemandu wisata saat mengantar wisatawannya untuk menikmati pariwisata yang ada di Kintamani,” sambung Suratnata. (128)

Baca juga :  Terjatuh di Pembakaran Sampah,  Wajah Balita Melepuh

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini