Babi Mati Tembus 7 Daerah, Bali Minta 2.000 Disinfektan ke Pusat

Sumerta, DenPost

 

Menerapkan biosekuriti menjadi satu-satunya upaya untuk memutus rantai kematian babi. Ini merupakan upaya memastikan kebersihan kandang ternak, salah satunya dengan menyemprotkan disinfektan untuk sterilisasi. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Ida Bagus Wisnuardhana, Rabu (26/2) di kantornya. Saat itu pihaknya sedang rapat bersama perwakilan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan.

“Kita didukung kaitannya dengan pembiayaan, supaya pengendalian suspect ASF ini bisa intensif. Paling tidak dalam waktu dekat ini saya sudah minta ada tambahan 2.000 liter disinfektan dan alat semprot,” terangnya kepada wartawan.

Ia berharap bantuan tersebut segera dikirim, apabila tidak, pihaknya akan menjemput ke Pusat. “Bila perlu, kita jemput nanti. Termasuk juga dana dari Dirjen supaya bisa disesuaikan, bisa diberikan biaya operasional kepada kita,” ungkapnya.

Baca juga :  Tekan Masalah Sosial Akibat PKM, Jumlah Petugas Mesti Ditambah

Apabila memungkinkan, dana tersebut akan digunakan untuk biaya operasional kepada dinas pertanian kabupaten/kota dan Gabungan Usaha Peternakan Babi Indonesia (GUPBI), untuk melaksanakan pembinaan dan bantuan kepada peternak. (wir)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini