Pihak Keluarga Khawatirkan Januartika di Kapal Pesiar

0
21
FOTO ANAK - Nyoman Suardana menunjukkan foto anaknya, Ketut Januartika, yang bekerja di Kapal Diamond Princess. (DenPost/sri wiadnyana)

 

Klungkung, DenPost

Keberadaan I Ketut Januartika (28), yang terkurung atau terisolasi di kapal pesiar Diamond Princess di Yokohama, Jepang, masih membuat cemas anggota keluarganya. Apalagi pemuda asal Br.Meranggen, Desa Tangkas, Klungkung, ini mengaku ingin cepat pulang karena takut terpapar virus coronal. Belum lagi sejumlah penumpang yang disebut-sebut telah terpapar virus mematikan itu.

Ayah Januartika yakni Nyoman Suardana (55) ketika ditemui di rumahnya di Desa Tangkas, Rabu (26/2/2020) mengaku bahwa sebagai orangtua, dia pasti pasti khawatir. Apalagi sampai kini penjemputan kru kapal di tempat anaknya bekerja belum jelas. ‘’Sedangkan di dalam kapal tersebut ada penumpang yang terpapar virus corona,” tegasnya.

Sebagai orangtua, dia juga cemas dengan kondisi Januartika. Terutama ibunya, Ni Wayan Mastini, yang selalu kepikiran. Menghadapi persoalan semacam ini, Suardana mengaku berdoa setiap hari agar anaknya sehat dan selamat ketika kembali dari kerja di kapal pesiar. Dia pun tidak menggelar acara atau masesangi jika anaknya nanti pulang. Justru dia menyerahkan penanganan anaknya kepada pemerintah. “Sampai kini pemulangan anak saya belum jelas. Kemungkinan kalau sudah tiba di Indonesia, dia akan dikarantina lagi di suatu tempat, “ ungkap Suardana.

Baca juga :  Ratusan Pemudik Diizinkan Menyeberang di Gilimanuk

Dengan usianya yang masih muda yakni 28 tahun, Ketut Januartika yang selama ini bekerja kapal Diamond Princess terbilang sukses. Berkat kerhja kerasnya, Januartika mampu membeli rumah BTN. Walau belum menikah, dia sebagai tulang punggung keluarga. Apalagi saat ini ayahnya, Suardana, sebagai sopir angkutan gratis siswa. Sedangkan ibunya, Ni Wayan Mastini, berjualan jajan atau kue di Pasar Galiran.

Januartika sebenarnya bersaudara enam orang. Satu saudaranya telah meninggal dunia. Dia merupakan anak kembar. Saudara kembarnya, Komang Januartawan, juga bekerja di kapal pesiar Royal dan baru berangkat enam bulan lalu. Selain saudara kembarnya, ada juga adiknya, Gede Wiranata, pun bekerja di kapal pesiar.

Baca juga :  Razia Prokes, 95 Warga Bangli Ditegur

Menurut Suardana, pihak keluarga hampir setiap hari berkomunikasi dengan Januartika di kapal Diamond Princess. Dalam komunikasi di HP, Januartika mengaku masih sehat. Dia pun dikatakan tidak mengalami kendala soal pekerjaan. Termasuk tertekan atau stres di dalam kapal karena takut terpapar virus corona. Justru sekarang pemuda tersebut mengaku bekerja lebih ringan karena jam kerjanya berkurang.  “Dia sekarang katanya hanya bersih-bersih. Biasanya kalau tidak ada kejadian seperti ini, dia kerja sampai sebelas jam. Tapi sekarang cuma lima jam,” ungkapnya.

Suardana mengakui bahwa anaknya tersebut bukan baru kali pertama berangkat kerja di kapal pesiar. Januartika bekerja di kapal pesiar sejak tahun 2015. Bahkan dia sudah tujuh kali pulang pergi dengan membawa penghasilan sekitar Rp 150 juta sekali turun dari kapal pesiar. Selama bekerja di kapal pesiar, Januartika tidak pernah foya foya. Justru setelah kerja di kapal pesiar, dia mampu membeli rumah BTN di desanya. Termasuk membantu memperbaiki sanggah di rumah.

Baca juga :  Warga Nusa Penida Panen Jagung Ditengah Pandemi Covid-19

“Walau belum menikah,  katanya rumah itu dipakai aset. Beda dengan kakaknya, Komang, yang membeli mobil, “ beber Suardana.

Sebagai orangtua, dia mengaku hanya pasrah mengenai kondisi anak-anaknya di kapal pesiar. Selain Januartika dan Komang Januartawan, juga adiknya yakni Gede Wiranata yang masih kerja di kapal pesiar Royal. Wiranata dikabarkan pulang pada Maret nanti. “Kalau adiknya, Gede, baru pertama kali berangkat. Ketiga anak saya yang bekerja di kapal pesiar ini memang belum menikah. Sedangkan Komang rencana menikah setelah datang dari kapal pesiar,” tandas Suardana. (sri wiadnyana)