Diimingi Harga Mobil Murah,Warga Pesedahan Tertipu Belasan Juta Rupiah

0
18
ilustrasi

Amlapura, DenPost 

 

Salah seorang warga Desa Pasedahan, Kecamatan Manggis, Karangasem, Putu Sukariawan, mengaku tertipu oknum yang menjajakan mobil di platform marketplace facebook. Diiming-imingi harga lebih murah, uang Rp11 juta raib.

 

“Saya awalnya memang niat mau beli mobil. Coba cari di marketplace, saya lihat ada salah akun yang mengaku showroom resmi di wilayah Jakarta menjual sebuah mobil Rush dengan harga murah,” tuturnya kepada DenPost, Rabu (26/2). Harga second yang biasanya Rp 120-180 juta, di akun tersebut ditawarkanRp90 juta. “Saat itu saya sama sekali tak curiga. Karena oknum tersebut mengaku mobil dijual murah karena bekas terendam banjir,” ungkapnya mengenang kejadian pertengahan Desember 2019 lalu.

Baca juga :  Pandemi, Kriminalitas di Karangasem Menurun

 

Awalnya ia diminta menransfer uang sebesar Rp5 juta sebagai uang muka. Tak berselang lama diminta lagi menransfer sebesar Rp6 juta sebagai biaya cabut berkas. “Dua kali transfer itu di nomor rekening yang berbeda. Saya tak curiga. Karena sebelum transaksi saya sangat diyakinkan bahwa itu bukan penipuan. Bahkan ia memberi foto KTP,” imbuhnya.  Ia semakin yakin, karena oknum tersebut mengaku anggota kepolisian yang bertugas di daerah Jawa. “Bahkan dia memfoto kartu anggota kepolisiannya,” imbuhnya.

 

Kontak lebih lanjut dengan oknum tersebut berlangsung via WA. Sesaat sebelum pesanan akan dikirim, Sukariawandiminta lagi untuk menransfer uang senilai Rp12,5 juta untuk biaya asuransi perjalanan. “Saya coba konsultasi dengan saudara yang paham soal itu. Sempat dipertimbangkan biaya tersebut terlalu mahal. Tapi tekad saya sudah bulat dan yakin. Apalagi pasangan suami istri pemilik showroom tersebut mengaku oknum polisi dan polwan. Jadi tak mungkin rasanya akan menipu,” katanya.

Baca juga :  Dinkes Karangasem Target 300 Orang Tervaksin Tiap Hari

 

Berbekal keyakinan itu, Sukariawan lantas menuju ke Kantor Pos Karangasem untuk mengirim uang yang diminta tersebut. Namun, sesampai di sana, petugas yang akan melayaninya justru memberi peringatan padanya. “Saat itu, petugas yang melayani saya curiga pada transaksi itu. Saya diajak lantas mengecek keaslian KTP yang dia kirim. Ternyata palsu,” ucapnya.

 

Kenyataan tersebut membuatnya kaget. “Padahal semua keluarga sudah peringatkan. Ditambah ternyata petugas di Kantor Pos bercerita kalau memang sering terjadi demikian,” ungkapnya.

Baca juga :  Ratusan Warga Desa Adat Padang Bai Lakukan Unjuk Rasa, Ini Tuntutannya

 

Mendapat kenyataan demikian, ia mencoba kembali menghubungi oknum tersebut. Namun ia terus berkilah. Bahkan ia berkali-kali meminta Sukariawan untuk melunasi biaya asuransi yang diminta jika tak ingin uang Rp11 jutanya hangus. “Saya sampai kesal dan akhirnya saya blokir. Banyak yang meminta saya melapor polisi. Tapi saya tak ingin memperpanjang,” akunya. Ia berharap agar tak ada orang lain yang menjadi korban sepertinya. (yun)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini