Di Tengah Pariwisata, Ubud Masih Punya ‘’Krama’’ Miskin

0
13
SERAHKAN BANTUAN - Kabag Umum Pemkab Gianyar I Gusti Bagus Adi Wicaksana Widhya Utama tengah menyerahkan bantuan kepada warga miskin, Ni Ketut Wiarti, di Banjar Tegallantang, Kelurahan Ubud, Kamis (27/2/2020). (DenPost/yuliantara)

Di tengah bergelimang dolar, ternyata masih saja ada krama (warga) Ubud yang berada di garis kemiskinan. Awalnya Bagian Umum Pemkab Gianyar mendata 35 warga miskin, namun setelah diverifikasi, akhirnya berkurang menjadi 29 warga. Mereka di antaranya warga lanjut usia (lansia) yang hidup sebatang-kara.

 

SERANGKAIAN hari raya Galungan dan Kuningan, Pemkab Gianyar yang melihat kondisi itu langsung menyerahkan bantuan melalui Bagian Umum. Bantuan diserahkan pada Kamis (27/2/2020) kepada salah seorang lansia, Ni Ketut Wiarti, di Banjar Tegallantang, Kelurahan Ubud. Wanita ini hidup sebatang-kara setelah ditinggal mati suaminya, I Wayan Lipet, enam bulan lalu. Sedangkan anak perempuannya, Ni Wayan Yanis Wati, menikah keluar yakni ke Buleleng. “Ni Ketut Warti sekarang memang tidak punya siapa lagi, hanya kami kerabatnya tinggal di sini,” kata Komang Arisanti, kerabat Wiarti.

Baca juga :  Tak Bermasker, 7 WNA Terjaring Tim Yustisi

Wanita ini tinggal pada satu petak rumah yang merupakan bantuan pemerintah beberapa tahun lalu. Di areal rumah itu terdapat dapur berupa bangunan lama dengan tembok popolan tanah. Ironisnya, atap bangunan itu hanya ditumpuk-tumpuk dengan seng, tripleks, jerami, dan anyaman daun kelapa.
Keseharianya, Wiarti hanya keliling banjar setempat dari rumah ke rumah. Dia membantu tetangga mengerjakan berbagai hal, mulai dari menyapu, menyetrika dan lainnya. Sebagai ganti dari pekerjaan itu, Wiarti diberi upah makan, dan terkadang uang. ”Jadi sejak pagi, Ibu Wiarti sudah keluar. Kalau sore barulah dia pulang,” beber Arisanti.

Baca juga :  Terminal Batubulan Juga Didisinfektan

Kepala Bagian Umum Pekab Gianyar, I Gusti Bagus Adi Wicaksana Widhya Utama, mengatakan bahwa saat ini jajaranya menjalankan program Bupati I Made Mahayastra untuk mengentas kemiskinan. Pihaknya mendapat tugas membina warga miskin di Kelurahan Ubud. ”Ini program Bupati Gianyar I Made Mahayastra  agar seluruh OPD memberikan pendampingan hingga pembinaan warga miskin. Goalnya nanti agar kemiskinan di Gianyar menjadi nol,’’ jelas Ngurah Bem, panggilannya.

Pihaknya sudah mendata puluhan warga miskin di Kelurahan Ubud. Dari 29 warga miskin di Ubud, empat orang di antaranya lansia yang hidup sebatang-kara seperti Wiarti.
Pemkab Gianyar bakal rutin membantu warga miskin yang terdata. Khusus untuk hari raya Galungan dan Kuningan, pihaknya menyerahkan bantuan daging babi kepada 29 warga miskin di Ubud, serta memberikan perhatian kepada warga miskin lewat kartu ucapan. Hal itu untuk mengingatkan mereka bahwa pemerintah dalam hal ini Bupati hadir membantu agar mereka keluar dari garis kemiskinan.

Baca juga :  Jatuh ke Dalam Jurang, Kakek Tekes Tewas

Ngurah Bem menambahkan tidak hanya pemerintah. Pihaknya juga berupaya mengajak pihak swasta dalam hal ini pemilik hotel dan restorant di Ubud supaya  membantu warga tidak mampu. Dia pun memastikan sejumlah pengusaha siap membantu Bupati Gianyar dalam upaya pembinaan dan pendampingan terhadap warga miskin ini. Seluruh pemilik akomodasi juga diharapkan turut-serta turun membantu warga kurang mampu ini . (yuliantara)