Minim Kunjungan Turis, Travel Agent Minta Keringanan Pajak

0
16
Direktur Probali Tours, Heri Sugiarto. (DenPost/wiradana)

Renon, DenPost

Rencana Pemerintah memberikan sejumlah insentif kepada pengelola hotel dan restoran ditanggapi kalangan pengusaha jasa perjalanan wisata (travel agent). Direktur Probali Tours, Heri Sugiarto, mengatakan sangat mengapresiasi langkah pemerintah pusat maupun Pemprov Bali yang segera menyikapi dampak virus corona. Sebagai kalangan yang turut berkontribusi menyumbang pajak, Heri berharap pemerintah juga memberikan keringanan pungutan pajak kepada travel.

“Sambil menunggu keputusan resmi dikeluarkan, harapan kami begitu (diberikan keringanan pajak), sebab sekarang hanya ada tamu yang batal dan pulang saja. Tapi kami tetap harus keluar biaya,” ujar Ketua Komite Tiongkok DPD Asita Bali ini, Kamis (27/2/2020).

Baca juga :  Kepala Puskesmas II Denbar Terpapar Covid-19, Layanan Dipindah

Pihaknya menyiasati pengeluaran dengan menerapkan sistem sift kepada karyawan. Kondisi ini tidak hanya dialami dengan pasar Tiongkok.

Menurut Heri, kunjungan wisatawan domestik juga mengalami penurunan cukup drastis, lantaran khawartir bepergian dengan jumlah massal. Penurunan kunjungan wisatawan domestik ini tergolong di luar prediksi pengusaha dan perbankan. Bahkan pada Januari 2020 pariwisata dinilai lebih baik daripada tahun 2019. “Beda saat erupsi Gunung Agung, dampaknya hanya lokal. Jadi kami hanya meyakinkan agar pihak luar negeri mencabut larangan berkunjung. Kalau sekarang ini, dampaknya global,” tuturnya.

Baca juga :  Pelanggaran Prokes Masih Marak, Sehari 19 Warga Didenda

Bila kondisi normal, Heri dapat mendatangkan 100 ribu wistawan ke Bali dalam sebulan. Dengan kondisi saat ini, dia mengatakan kunjungan wisatawan Tiongkok menyentuh nihil. Sebagi praktisi pariwistaa, Heri menilai ketahanan jasa perjalanan wisata ini diperkirakan hanya enam bulan. Bila lebih dari durasi itu, kemungkinan besar para pengusaha terpaksa menerapkan pemutusan hubungan kerja (PHK). (wiradana)