Saatnya Badung Serius Garap Pertanian Modern

0
12
Made Subagiada

Mangupura,DenPost

Dampak wabah corona memukul pariwisata Bali. Khususnya Badung yang mengandalkan Pendapatan Asli Daerah dari sektor pariwisata. Hal ini mengundang keprihatinan salah seorang Tokoh Jimbaran, I Made Subagiada, SE.MM.

Kelian Banjar Adat Ubung , Kelurahan Jimbaran ini menekankan kalau pemangku kepentingan di Badung harus benar-benar belajar dari kejadian ini. Artinya Badung sudah saatnya tidak hanya bertumpu pada sektor pariwisata. “Kejadian perang teluk, Gunung Agung serta mewabahnya virus sebenarnya sudah banyak mengajarkan kita harus tidak hanya bertumpu pada pariwisata,” ujar dosen di salah satu perguruan tinggi di Denpasar ini.

Baca juga :  Pantai Pandawa Dibuka Dengan Tatanan Baru, Gubernur Bali Harapkan Ini

Wacana pengembangan pertanian moderen tegas dia harus benar-benar dilakukan secara serius. Pertanian yang dimaksudkan adalah dalam arti luas yaitu menyangkut juga perikanan. Tujuannya untuk membuat ketahanan pangan secara mandiri dan tidak tergantung dari luar. Sebab pariwisata sangat rentan kena pengaruh bukan hanya oleh peristiwa di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri. “Jadi dengungan pertanian di badung utara harus benar-benar diwujudkan agar tidak kita tidak terpuruk,”sarannya.

Seperti halnya pertanian yang ada di Petang. Sektor ini harus benar-benar digarap secara masiv. Bahkan bila perlu dengan sentuhan teknologi modern. Tentunya dengan komitmen bersama dan keberpihakan agar lahan pertanian tidak lagi dialihfungsikan untui akomodasi pariwisata. “Alam sudah mengingatkan kita berkali-kali, jadi mari kita belajar dari alam,” imbuhnya.

Baca juga :  Akhir Bulan Ini, Wisata Tirta Tanjung Benoa Akan Dibuka

Pertanian dalam arti luas yang dimaksudkannya adalah ada sektor perikanan di Kedonganan dan Tanjung Benoa. Potensi ini semestinya bisa lebih dioptimalkan sebagai pendongkrak PAD Badung. Hal inilah harus digarap lebih matang sehingga menjadi sektor pemasukan lain bagi Badung.

Dengan begitu akan ada sumber PAD yang berimbang dan tidak hanya pada saja. “Pemkab Badung sebenarnya sudah mewacanakan ini sejak lama, tinggal bagaiman mengimplementasikan secara lebih serius, agar kita tidak ketergantungan pada sektor yang rentan akan situasi lokal maupun global,” saran pria yang akrab disapa Kak Dangin ini.

Baca juga :  Giri Prasta Tegaskan Badung Tidak Lakukan PKM

Ketika ditanya apakah perlu Pemkan Badung berinvestasi di sektor lain. Menurut dia dengan situasi global seperti saat ini, hal itu memang tidak memungkinkan.

“Menurut saya lebih baik, memperkuat potensi yang kita miliki saat ini, karena sektor lain termasuk eksport juga lagi menurun,” ujarnya sembari menyarankan berinvestasi dengan membentuk keirausahaan untuk generasi muda agar ke depan tangguh menghadapi situasi apapun.(sug)