Rayakan Kuningan, Bandara Ngurah Rai Tampilkan Penari Penyandang Disabilitas

0
10
PENYANDANG DISABILITAS - Para penari penyandang disabilitas saat menari di kawasan Bandara Ngurah Rai. (DenPost/ist)

Kuta, DenPost

Memperingati hari raya Galungan dan Kuningan, Bandara Gusti Ngurah Rai berbenah dengan menghadirkan atmosfer dan dekorasi khas hari raya yang diperingati oleh umat Hindu Bali setiap 210 hari ini. Dekorasi berupa penjor, padi, dan canang yang berisi sesaji di sejumlah titik di Terminal Internasional dan Terminal Domestik.

Di Terminal Keberangkatan Internasional, empat penjor besar menghias sejumlah udut. Sedangkan di Terminal Keberangkatan Domestik, taman anggrek disulap menjadi taman penjor dan gebogan.

“Dalam perayaan hari raya Galungan dan Kuningan ini, pikiran yang suci dan bersih dapat menghilangkan semua pengaruh yang membawa dampak negatif,” ujar General Manager (GM) PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali, Herry A.Y. Sikado, Jumat (28/2/2020).

Baca juga :  KPU Badung Siapkan Opsi Ini Jika Hanya Satu Paslon yang Mendaftar

Dekorasi penjor dan gebogan ini menjadi daya tarik bagi turis mancanegara guna membangun suasana Kuningan yang hangat dan meriah. ‘’Pemasangan penjor sebagai simbol kemakmuran serta kemenangan,” tambah Herry.

Cukup berbeda dari tahun sebelumnya, kali ini Bandara Ngurah Rai menghadirkan suatu hal yang terbilang baru. Bandara yang mengutamakan pelayanan prima bagi seluruh pengguna jasa, termasuk di dalamnya penumpang berkebutuhan khusus ini, menghadirkan tarian yang dipentaskan oleh penari penyandang disabilitas. Para penari tuna rungu ini berasal dari Yayasan Kesayan Ikang Papa di Gianyar. Merekat tampil apik membawakan tarian cendrawasih.

Baca juga :  Seorang ASN Badung Bagikan 50 Paket Sembako di Petang

“Yayasan Kesayan Ikang Papa, Gianyar, menampung 37 anak-anak penyandang disabilitas dari keluarga kurang mampu dari berbagai daerah. Mereka diberikan pelatihan seni tari, lukis, olahraga dan diikutsertakan dalam berbagai perlombaan, sehingga dapat menambah kepercayaan dini dan mengasah keterampilan. Kami sangat senang anak-anak kami dari yayasan tersebut dapat tampil di bandara kami membawakan suatu karya tarian yang indah dan penuh makna. Saya rasa inilah salah satu perwujudan makna dari hari raya Galungan dan Kuningan itu sendiri,” tutup Herry.

Baca juga :  Pura Terbakar Sehari Sebelum Ngenteg Linggih, Pratima dan Keris Hangus

Pembina Yayasan Kesayan Ikang Papa, Anak Agung Putri Setyawati, mengaku senang mendapat kesempatan tampil di bandara. “Anak-anak juga sangat senang diajak menari ke sini, karena di samping memiliki keterbatasan pendengaran dan tidak bisa bicara, mereka percaya diri dan merasa dihargai. Jadi bukan hanya orang Indonesia yang tahu bahwa mereka bisa menari tapi juga hampir seluruh dunia. Semoga kami bisa menari di sini lagi di lain kesempatan,” tegasnya. (sugiadnyana)