Hingga Kapolsek Kuta Dimutasi, Tahanan Kabur Belum Berhasil Dibekuk

0
16
DITANGKAP-I Wayan Ngongek saat ditangkap aparat Polsek Kuta gara-gara menjambret bule. (Denpost/ist)

Kuta, DenPost

Gerbong mutasi kembali terjadi di lingkungan Polda Bali. Puluhan polisi, tak terkecuali perwira, mendapat jabatan baru seperti Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol Wayan Arta Ariawan, Wakapolres Badung Kompol Sindar Sinaga, dan Kapolsek Kuta Kompol T. Ricki Fadliansyah.

Mereka yang dimutasi tersebut masih bertugas di lingkungan Polda Bali. Salah satunya Kapolsek Kuta Kompol T. Ricki Fadliansyah yang mendapat jabatan baru sebagai Kanit I Subdit V Dit. Reskrimsus Polda Bali. Sedangkan jabatan Kapolsek Kuta yang baru akan ditempati Kompol I Made Santika yang sebelumnya menjabat sKasubagseleb Bagdalpers To SDM Polda Bali.

Baca juga :  Polisi Tangkap Puluhan Pemuda yang Gelar Trek-trekan di Jalan Gatot Subroto 

Selain berprestasi mengungkap sejumlah kasus jambret yang menyasar warga negara asing di Kuta, rupanya Kompol T. Ricki Fadliansyah masih meninggalkan satu kasus menonjol yakni belum tertangkapnya tahanan kabur, Wayan Ngongek alias Fendi.

Penjambret kelas kakap ini kabur dari ruang tahanan Polsek Kuta pada Senin (3/2/2020). Awalnya dia ditangkap bersama anggota komplotannya, Gede Gunturan alias Guntur (18), usai menjambret Steavi Lei Adele Mann (25), asal Australia, di Jalan Sunset Road, Kuta, pada26 Januari 2020.

Baca juga :  Orok Perempuan Dibuang di Kanal Sungai di Sanur

Informasi dihimpun Jumat (28/2/2020), tersangka Fendi diduga masih berada di wilayah Denpasar dan tidak bersembunyi di tempat kelahirannya di Karangasem. Selama beberapa hari pasca-tersangka Fendi kabur, polisi mengobok-obok Desa Tianyar, tempat kelahiran jambret ulung itu. “Tak terkecuali di rumahnya, polisi juga mencari tersangka di semua rumah kerabatnya,” beber polisi.

Tersangka Fendi sudah tiga kali ditahan di Polsek Kuta. Dia agaknya sudah paham betul dengan situasi dan perilaku anggota Polsek Kuta dalam mengawasi tahanan. Sebelum kabur, Fendi mengaku penyakit asmanya kumat. Petugas jaga lalu membawanya ke klinik. Setelah itu tersangka duduk di lantai dua tanpa diborgol gar kondisinya pulih. Dengan memanfaatkan kelalaian petugas, tersangka keluar dari pintu belakang dan loncat ke rumah warga. (wiadnyana)

Baca juga :  Sidak Prokes, Satu Orang Ditemukan Gunakan Masker Tidak Benar