Antisipasi Krisis Wisatawan,Disparda Badung Lakukan Program Ini

0
6

 

Mangupura, DenPost

Antisipasi merebaknya virus corona yang berdampak pada kunjungan wisatawan ke Bali dan Badung khususnya,  terus berusaha mengambil langkah-langkah konkrit. Salah satunya

menyelenggarakan Forum Group Diskusi (FGD) dengan Nawa Cita Pariwisata Indonesia beberapa waktu lalu, untuk merespon situasi terkini tentang  penurunan kunjungan wisatawan khususnya wisatawan dari China. “Pemerintah dengan seluruh Stakeholder pariwisata harus bersinergi untuk mencari titik temu solusi yang praktis, produktif, strategis serta efektif, agar dampak negatif pariwisata saat ini tidak boleh terlalu lama kita alami, terkait dengan keputusan pemerintah” ungkap Wakil Bupati Badung, Sabtu (29/2).

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, Made Badra secara terpisah mengatakan, menindaklanjuti hasil rekomendasi dari Forum Group Discussion Nawa Cita Pariwisata Indonesia yang melibatkan Pakar senior Pariwisata Bali, Managing Director ITDC Bali, IHGMA Chapter Bali, unsur maskapai penerbangan, cendekiawan kampus, dan praktisi Pariwista Bali dengan Pemerintah Kabupaten Badung, beberapa waktu lalu, Pemerintah Kabupaten Badung melaksanakan langkah-langkah strategis, untuk menunjang kelangsungan industri Pariwisata Bali khususnya Badung. Mengingat sebagian besar devisa negara yang berasal dari industri pariwisata dikontribusikan oleh kabupaten Badung. “Dalam jangka waktu enambulan ke depan (Maret-

Baca juga :  Tarif Pungutan Naik, Pedagang Pasar Seririt Protes

Agustus), kami merilis sejumlah usulan agenda maupun kegiatan guna menunjang gairah dan geliat sektor pariwisata sehingga wisatawan tertarik berkunjung ke Bali, ” ujarnya.

Lebih lanjut Birokrat asal Kuta ini mengatakan, enam program tersebuta diantaranya ; pertama adalah Program Bali Save. Program ini berisi tentang

Pusat informasi yang diperbaharui setiap saat dan bisa diakses secara terbuka. Hospitality health attentions di pintu masuk Bali, airport dan pelabuhan.

Selanjutnya ada Program Bali great deal. Program kedua ini mengenai Bundling Package Airline, Hotel & Restaurant. Retail & Shopping Center melakukan big sale Program. Destinasi Wisata dan atraksi spesial program.

Baca juga :  Refokusing Anggaran Penanggulangan Corona, Proyek Taman Delta Dalung Mangkrak

Program ketiga adalah Bali Experiences, program ini mengenai Fam Trip bagi whole seller dan travel agent market Australia, Selandia Baru, dan India. Pihak maskapai memberikan harga khusus pesawat untuk Tourism Industrial. Program ke empat adalah  Program Sports Tourism yang meliputi ; International Football Competitions & Coaching Clinic. International Cricket Competitions. International Softball Competitions dan International Run. “Untuk program ke lima adalah MICE dan Insentive. Program ini berupa International Meeting Marketing. National Government Meeting. National BUMN Meeting.National Corporate Company meeting. International Yoga, Spiritual, and Healing program,”ujarnya.

Untuk program ke enam adalah membuat program musik seperti Music on the beach, Nusa Dua Jazz Week. GWK Top Artist with great groupies dan DJ’s Competitions.” Kita juga buat Program Fashion weeks

Baca juga :  Akhir Tahun, Harga Kebutuhan Pokok Stabil

berKolaborasi antara National & International Designer.Top Fashion designer fashion product Big sale. Selain itu ada juga program marketing bersama international dan national influencers. Dan untuk program yang ke sembilan adalah Special Education Program tour,”paparnya.

Rumusan ini  yang diteruskan dan dikomunikasikan nantinya dengan pemerintah propinsi dan pusat sebagai langkah antisipasi konkret Pemkab Badung guna mendukung geliat industri pariwisata di saat terjadi penurunan kunjungan wisatawan ke Bali. “Dalam mewujudkan program-program tersebut, kami akan melakukan kerjasama dengan menggandeng stake holder, share holder, organisasi dan asosiasi pariwisata di Kabupaten Badung, masyarakat pariwisata, unsur maskapai penerbangan, pihak sponsor,

berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Pusat, kementrian pariwisata dan

  • kementrian terkait, Bank Indonesia, serta OJK. Kami juga mengajukan proposal maupun anggaran melalui dana hibah Progam Recovery Bali yang dirancang melalui dana APBN,”ungkap Badra.(115)