TPID Bangli dan Lombok Barat Teken MoU, Sepakati Ini

0
8

Bangli, DenPost

 

TPID Kabupaten Bangli bersama Lombok Barat, sepakat melakukan kerjasama dalam bidang pemasaran dan distribusi pangan. Kerjasama ditandai
dengan penandatanganan (MoU) antara Bupati Bangli, I Made Gianyar dengan Bupati Lombok Barat, H Fauzan Khalid, Rabu (26/2) lalu.

Acara ini dihadiri perwakilan BI Provinsi Bali, Sapto Widyatmiko, Asisten II Lombok Barat, H. Lale Prayatni; Kepala Bank Indonesia Perwakilan NTB; Achris Sarwani serta sejumlah pimpinan OPD lingkup Pemkab Lombok Barat.

Baca juga :  Koleksi Buku Minim, Perpusda Bangli Sepi Pengunjung

Pada kesempatan tersebut, TPID Kabupaten Bangli sekaligus melakukan kunjungan kerja ke kelompok tani jagung. Rombongan TPID Kabupaten Bangli dipimpin Bupati Made Gianyar, menyampaikan kegiatan ini sebagai upaya-upaya untuk tetap menjaga keseimbangan pangan baik itu di Lombok Barat maupun Kabupaten Bangli. “Kita ketahui Bangli dan Lombok sebenarnya dilihat dari alur distribusi hasil pangan sudah terjalin di masyarakat, namun memang secara formal belum dilakukan. Oleh karena itu hal ini adalah langkah positif untuk kami saling mendukung dan menjaga kestabilan baik kesediaan dan kebutuhan pangan di daerah masing masing,” Made Gianyar.

Baca juga :  Karena Ini Puluhan Siswa Kelas XII SMKN 4 Bangli Dikeluarkan dari Ruang US

Lebih lanjut dijelaskan, Lombok Barat telah banyak melakukan terobosan baik itu dalam upaya sosialisasi dan lainya melalui seluruh elemen, salah satunya tokoh agama untuk senantiasa memberikan pencerahan. “Orang itu tidak bisa maju sendiri. Pasti maju bersama-sama, kewajiban pemerintah termasuk bupati dalam hal ini selalu berkeinginan masyarakatnya sejahtera, masyarakatnya bahagia,” ujarnya.

Sedangkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho, menegaskan, BI telah mendorong dan berkomitmen akan membantu memfasilitasi Bangli dalam kerjasama perdagangan antardaerah di Bali maupun dengan daerah provinsi lain. Ini guna menyalurkan komoditas-komoditas, khususnya pangan, yang dihasilkan di Bangli yang mengalami over supply, dan sebaliknya memperoleh komoditas-komoditas pangan yang kurang pasokannya. (c/128)

Baca juga :  5.279 KPM di Badung Berhak Menerima Kartu Sembako

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini