Anak-anak Keranjingan Gadget Pun Perlu Diterapi

0
8

Dauh Puri Kauh, DenPost

Gadget menjadi barang yang paling dekat dengan anak-anak masa kini. Teknologi ini menjadi arena bermain hingga sarana belajar setiap hari. Namun tak banyak orangtua yang paham bahwa aktivitas bersama gadget mengakibatkan anak-anak letih dan ketegangan tubuh. Pengelola spa anak Bubble and Me Pusat, Diana, mengatakan hal itu ketika menghadiri peresmian cabang di Pertokoan Agung Raya Blok 20 di Jalan Teuku Umar, Dauh Puri Kauh, Denpasar, Minggu (1/3/2020).

Mengatasi persoalan tersebut, Diana mengklaim bahwa pihaknya menemukan solusi atau terapi yang diberi nama spa komputer. “Anak-anak sekarang kan sudah pegang gadget, karena itu banyak terjadi ketegangan di tubuh anak, khususnya di bagian leher, bahu, dan mata,” ungkapnya.

Baca juga :  Corona di Bali : Positif 311, Sembuh 204, dan 103 Dirawat

Diana menambahkan, spa komputer ini berupa pemijatan khusus terhadap area-area yang tegang. Pemijatan bakal memberikan efek relaksasi, sehingga mengurangi tingkat stres yang dialami anak-anak.

Bukan sekadar mengatasi ketegangan, menurut Diana, pemijatan terhadap anak juga mengoptimalkan masa pertumbuhan mereka. Sedangkan terhadap bayi usia di bawah tiga bulan, selain pemijatan, juga dilakukan terapi seperti berenang. “Kalau untuk bayi, pada umumnya pencernaan mereka belum sempurna, sehingga perutnya terkadang kembung, sehingga membuat anak rewel. Jadi pemijatan bisa melancarkan pencernaan,” jelasnya.

Baca juga :  Belum Kantongi Izin, Satpol PP Stop Pembangunan Tower Rooftop

Diana juga mengungkapkan, selain pemijatan, terapi menarik lainnya adalah berenang.  Urusan harga pun terbilang terjangkau. Pemijatan bayi dan anak dimulai dari harga Rp100 ribu hingga Rp130 ribu. Sedangkan terapi berenang dan berendam mulai Rp110 ribu hingga Rp120 ribu. “Terapi komputer mulai dari Rp100 ribu hingga Rp300 ribu,” imbuhnya.

Sedangkan dari pandangan bisnis, pemilik Bubble and Me Cabang Bali, Eli Rusdianti, mengaku usaha spa anak-anak memang cukup menjanjikan untuk dikembangkan di Pulau Dewata, khususnya di Kota Denpasar.

Baca juga :  Soal Pergub 46, Desa Adat Kedepankan Sanksi Sosial

Dia beralasan peluang itu dikarenakan kesadaran orangtua untuk memenuhi kebutuhan relaksasi anak yang semakin meningkat. Selain itu, spa anak ini mampu mempererat kekompakan anak-anak dengan orangtua yang umumnya disibukkan dengan urusan kerja. “Prospek di Bali masih bagus. Kita ketahui bersama bahwa Bali juga dikenal dengan wisata spa. Inspirasinya karena saya juga butuh spa anak,” bebernya.

Selain menyediakan spa untuk anak, di tempatnya juga menyediakan spa bagi ibu sang bayi/anak. (a/wiradana)