Hindari LP Kerobokan, Penyelundup SS Kembali Berakting Gila

0
19

Warga Chili, Pablo Martin Vergara Varas (58), yang sebelumnya menyelundupkan sabu-sabu (SS) cair menjalani pelimpahan tahap II dari Polda Bali ke Kejari Badung. Namun Pablo kembali berulah dengan pura-pura gila hingga pelimpahan yang biasanya hanya memakan waktu sejam itu harus molor hingga empat jam. Dia berakting diduga untuk menghindari penahanan di LP Kerobokan.

 

PABLO sendiri dibawa dari Dit.Narkoba Polda Bali pada Kamis (27/2/2020) pukul 09.00 ke Kejari Badung untuk pelimpahan tahap II bersama barang bukti (BB). Sejumlah polisi bersenjata lengkap mengawal Pablo yang terus memeluk tab kesayangannya serta dua tas gendong.

Baca juga :  Buron Interpol Kabur dari Kantor Imigrasi Ngurah Rai

Jaksa penuntut umum (JPU) Wayan Sutarta yang mengawal proses pelimpahan ini sempat dibuat ketar-ketir dengan ulah Pablo itu. Kejadiannya berawal ketika penyelundup SS cair itu mengusir dua pengacara yang mendampinginya selama ini. “Tadi dua pengacaranya diusir,” ujar Sutarta.

Kejadiannya berlanjut dengan keinginan Pablo supaya dia tidak ditahan di LP Kerobokan dan dibantarkan ke rumah sakit dengan alasan mengalami penyakit kejiwaan alias bipolar. Namun keinginan pengusaha kaya asal Chili ini akhirnya ditolak setelah sempat tarik-ulur dengan jaksa.

Baca juga :  6 Unit Vila di Pecatu Terbakar, Kerugian Ditaksir Miliaran Rupiah

Setelah dinyatakan ditahan di LP Kerobokan selama 20 hari ke depan, Pablo kembali berulah dan menolak menggunakan borgol saat hendak dibawa dengan mobil tahanan. Petugas akhirnya mengalah dan membiarkan dia masuk mobil tahanan tanpa borgol menuju LP Kerobokan.

JPU Sutarta mengatakan dalam perkara ini, Pablo dijerat Pasal 112 subsider 113 lebih subsider 127 UU Nomor 35 Tahun 2009. Setelah ini pihaknya melimpahkan perkaranya ke Pengadilan Negeri (PN) Denpasar untuk segera disidangkan. “Biasa dua minggu sudah sidang,” ujar jaksa senior Kejati Bali ini.

Baca juga :  Usai Olah TKP, Pistol dan CCTV di Kejati Diboyong ke Polda

Seperti diketahui, Pablo ditangkap pada 27 November 2019 sekitar pukul 15.00 di Terminal Kedatangan International Bandara Ngurah Rai, Tuban, Kuta. Dia tiba dengan pesawat Thai Airways TG 431 rute Bangkok – Denpasar. Dalam pemeriksaan melalui mesin X-ray di terminal kedatangan, terdeteksi barang mencurigakan di tas jinjing yang dibawa Pablo.

Dalam penggeledahan, petugas menemukan satu botol kaca berisi SS cair seberat 77,26 gram yang diselipkan di kaos kaki. Berdasarkan pemeriksaan labfor, cairan itu positif mengandung methamfetamine. Tersangka juga dites urine dan positif mengonsumsi SS.  (wiadnyana)