Permintaan Lele di Denpasar Tembus 10 Ton Per Hari

KOLAM TERPAL – Petani di Denpasar lebih banyak membudidayakan ikan lele dengan kolam terpal karena bisa dilakukan di pekarangan rumah atau lahan yang sempit.

Lumintang, DenPost

Permintaan lele di Kota Denpasar cukup banyak yakni 10 ton per
hari. Namun produksi lele baru 1 ton per hari, sehingga petani
lele belum mampu memenuhi permintaan pasar. Sisanya lagi 9 ton
per hari didatangkan dari Pulau Jawa, khususnya Jawa Timur.
”Peluang pembudidayaan lele di Kota Denpasar sangat besar karena
permintaan terus meningkat, tapi kualitasnya harus baik
sehingga konsumen akan mencari meskipun harganya lebih mahal sedikit
dari lele yang dipasok dari Jawa,’’ kata Kadis Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar, AA Gede Bayu Brahmasta, Senin (2/3).

Baca juga :  Inna Bali Beach Ungkap Lima Hal Terkait Kebakaran

Bayu Brahmasta menjelaskan, peningkatan produksi lele
dari petani tidak bisa digenjot karena lahan yang ada sangat terbatas
dan itu pun dipakai lahan pekarangan. Sementara pembenihan atau
pendederan yang berkembang di Kota Denpasar sudah mencapai 8 juta
lebih benih per tahun. ”Target kita tahun 2020 ini pembenihan lele
bisa mencapai 10 juta setahun,’’ ujarnya.

Lebih lanjut Bayu Brahmasta mengungkapkan, benih lele yang dihasilkan
petani banyak ada permintaan dari Timor Leste, Nusa Tenggara Timur
(NTT) dan Jawa. Karena benih lele yang dihasilkan cukup baik sehingga
tingkat kematiannya rendah dan perkembangannya juga bagus. (103)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini