Lalai Jalankan SOP, Dewan Desak Cabut Izin Peternakan PT. ABS

0
10
MENGUNGSI - Warga mengungsi ke Balai Banjar setempat karena tak tahan bau bangkai babi.

Singaraja, Denpost

 

Komisi II DPRD Buleleng mendesak pencabutan izin peternakan babi, PT Anugerah Bersama Sejahtera (ABS) di Desa Bila, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng.
Dewan menilai PT. ABS lalai menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) dengan tidak mengubur bangkai babi hingga mengakibatkan polusi bau busuk di kawasan sekitarnya.

Ketua Komisi II DPRD Buleleng, Putu Mangku Budiasa, usai rapat koordinasi dengan Dinas Pertanian Buleleng, Senin (2/3) menyayangkan pihak perusahaan yang tak menangani bangkai babi dengan baik. “Bahkan ratusan ekor babi yang mati mendadak, tak langsung dikubur dan dibiarkan membusuk hingga mengakibatkan polusi yang mengganggu warga sekitarnya,” ungkapnya.

Baca juga :  Di Buleleng, Seorang Positif Terpapar dari PDP Kode 80

Dia dan anggota komisi II juga menyoroti aksi Dinas Pertanian yang menfasilitasi dengan membawakan eskavator ke PT ABS untuk pembuatan lubang kuburan bangkai babi, yang seharusnya menjadi tanggung jawab perusahaan. Dia pun meminta Dinas Pertanian memberikan teguran tertulis kepada perusahaan.

 

DPRD Buleleng juga akan memanggil pihak perusahaan jika surat teguran dan imbauan tak diindahkan. Selain itu dalam rapat koordinasi DPRD Buleleng juga menyarankan Dinas Pertanian membangun komunikasi dengan Pemerintah Provinsi untuk mempercepat keluarnya hasil laboratorium setelah dilakukan pengambilan sampel di Desa Bungkulan Kecamatan Sawan dan Desa Bila Kecamatan Kubutambahan Buleleng.

Baca juga :  Pengelola Hiburan Malam Ditegaskan Perhatikan Prokes

Sementara itu Kabid Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng, I Made Suparma mengatakan, data terakhir ternak babi yang mati mendadak sebanyak 294 ekor. Terbanyak ada di PT ABS sebanyak 225 ekor dan lainnya tersebar hampir di semua kecamatan di Buleleng. Hanya Kecamatan Sukasada dan Busungbiu yang masih nihil laporan.

Dinas Pertanian juga mengaku sudah mengirimkan surat teguran dan himbauan kepada PT ABS untuk melaksanakan SOP perusahaannya dengan baik. “Kami sudah layangkan surat teguran dan imbauan dari segi teknis kesehatan termasuk penguburan bangkai jika ada lagi yang mati. Kemarin kami bawa alat berat karena kepedulian dengan masyarakat sekitarnya saja kasian mau hari raya mengungsi, tetapi terakhir Minggu kemarin sudah tidak bau,” kata Suparma. (118)

Baca juga :  “Munjung” Saat Pagerwesi, Warga Harus Taat Prokes

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini