Penanganan Sampah di TPS Sementara Mengwitani Belum Maksimal

0
21
SAMPAH-Salah satu petugas yang mengolah sampah di TPS Sementara Mengwitani.

Mangupura,DenPost

Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung mengupayakan pengelolaan sampah secara optimal. Upaya tersebut telah dianggarkan sebesar Rp30 miliar untuk pengadaan mesin incinerator yang ditenderkan dari design dan built. Hal tersebut dinyatakan Kadis PUPR Ida Bagus Surya Suamba saat menjabat sebagai Plt. Kadis DLHK Badung. Seperti apa kelanjutan program tersebut?

 

Kepala DLHK Badung I Wayan Puja yang dikonfirmasi mengatakan hal itu merupakan program Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), segara prosesnya pun dilakukan pada dinas tersebut. “Penggunaan anggara-nya ada di PUPR, jadi semua proses untuk itu ada di sana. Untuk lebih jelasnya konfirmasi ke PUPR,” kata Puja yang dikonfirmasi, Selasa (3/3).

Baca juga :  Tingkatkan Kompetensi, Basarnas Lakukan Ini

 

Saat ditanya proses pembuatan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu yang dirancang di desa-desa. Puja mengakui TPS yang dibangun di desa masih dalam proses pengerjaan. “Sekarang sudah ada masih dalam pase pelelangan. Kira-kira masih ada empat desa yang masih harus proses mengenai tempat terlebih dulu. Karena tanah itu mohonnya ke provinsi,” kata Puja yang mengaku tak tahu detail desa mana saja yang masih dalam proses terkait lokasi TPS.

 

Sementara mengenai TPS Mengwitani, Puja mengakui juga belum berjalan maksimal. Untuk Penanganan sampah di Kabupaten Badung, sementara ini masih ditangani oleh desa dan kelurahan. “Penanganan sampah masih bisa ditangani. Kami harapkan penanganan bisa maksimal, tapi belum tuntas betul. Ke depan kami ingin penangan sampah dalam satu hari tuntas,” katanya.

Baca juga :  Duel Dengan Pencuri, Buruh Proyek Tewas Alami Luka Tusukan

 

Dikonfirmasi terpisah, Kadis PUPR Surya Suamba terkait masalah pengelolaan sampah di TPS Sementara Mengwitani mengungkapkan, pengadaan mesin tambahan saat ini masih dalam proses administrasi untuk lelang. “Saat ini memang belum maksimal pengolahan TPS disana, dan perlu tambahan mesin selain itu,  kini tengah dilakukan ada penggantian proses pembakaran dari sebelumnya yang menggunakan kayu diganti menjadi gas LPG. “sebelumnya tingkat pembakaran hanya 300 derajat, kami ingin mencapai 600 sampai 800 derajat sehingga proses pembangkarannya berjalan maksimal,” katanya.

Baca juga :  Turis Asing Temukan Orok Laki-laki di Bibir Pantai Legian

 

Pergantian itu masih terus dikerjakan oleh penyedia, diperkirakan akan kembali diuji cobakan pada Minggu mendatang. “Rencananya akan diuji coba pada hari Minggu,” katanya.

Untuk mengoptimalkan pengelolaan TPS sementara tersebut, Pemkab Badung menyiapkan anggaran sebesar Rp 30 miliar untuk pembuatan sistem pengelolaan sampah kembali. “Rencana Februari ini akan kami tenderkan design and built (mesin incinerator, red),”ujarnya. (115)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini