Mulai Langka, Masyarakat Minta Ada Cairan Pembersih Tangan dan Masker dari Pemerintah

Nyoman Graha Wicaksana

Mangupura,DenPost

Meski belum ada ditemukan pasien yang positif Covid-19 di Kabupaten Badung, pemerintah diharapkan tetap selalu waspada untuk mencegah virus tersebut masuk serta menjangkiti masyarakat di Kabupaten Badung dan Bali pada umumnya. Masyarakat Kuta mengharapkan ada penyediaan cairan pembersih tangan serta masker di sejumlah wilayah keramain di Badung kususnya disejumlah objek wisata maupun di sejumlah hotel dimana wisatawan tersebut menginap , mengingat barang tersebut susah utuk di cari saat ini.  Hal ini diungkapkan tokoh masyarakat Kuta yang juga anggota DPRD Badung, I Nyoman Graha Wicaksana, Rabu (4/3).

Baca juga :  Bandara Ngurah Rai Kembali Terapkan Aturan Baru

Menurut Graha Wicaksana yang juga sebagai pelaku usaha pariwisata di Kuta, pihaknya mengakui kondisi kawasan Kuta sudah mulai sepi kunjungan, namun pihaknya membantah kalau wisatawan di kuta eksodus ke Lombok. “Kita akui memang ada penurunan kunjungan wisatawan ke Kuta, tapi itu hanya wisatawan Tiongkok saja. Kuta bukan hanya dikunjungi wisatawan Tiongkok, melaikan ada wisatawan mancanegara lainnya yang mengunjungi Kuta sehingga penurunan wisatawan tidak terlaku banyak dibandingkan dengan saat bom Bali I,”ujarnya.

Baca juga :  Sampah Kiriman Kembali "Serbu" Kuta dan Petitenget

Ia menceritakan dulu saat bom Bali I, itu sangt parah , bahkan ada tamu yang sudah stay di hotel langsung pergi dan itu benar-benar melumpuhkan perekonomian di Kuta dan Badung. “Kita berharap dampak virus korona ini tidak seperti bom Bali I yang sangat melumpuhkan perekonomian Badung serta Bali. Kita harus gencar melakukan sosialisasi pencegahan virus ini dan hal positif yang mesti kita contoh adalah di Negara Jepang. Mereka bisa menekan warganya yanbg terjangkit virus tersebut di negaranya dengan menyediakan cairan pembersih tangan dan masker di sejumlah titik keramaian,”ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, pihaknya meminta pemerintah Kabupaten Badung bisa memberlakuan hal serupa di kawasan Badung Selatan yang cukup banyak wisatawanya. “Kita harus melakukan sosialisasi persuasive serta segara melakukan penyadaran ke masyarakat untuk melakukan hidup bersih utamanya rajin melakukan cuci tangan. Selain itu pemerintah harus melakukan penyemprotan desinfektan dikawasan publik. Memang ini terlihat ekstrim, tapi ini lah yang namanya pencegahan,”terang anggota PHRI Badung tersebut.(115)

Baca juga :  Ke Dalung Tak Pakai Masker, Siap-siap Dapat Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini