Rumput Laut di Nusa Penida Diserang Ice-ice

0
18
PETANI - Petani rumput laut di Nusa Penida.

Semarapura, DenPost

 

Masyarakat Nusa Penida Klungkung mulai bangkit menekuni budidaya rumput laut setelah sektor pariwisata terdampak virus Corona. Jumlah warga yang menekuni  rumput laut di wilayah kepulauan tersebut terus mengalami peningkatan. Sayangnya, saat semangat petani menggebu-gebu, rumput laut justru terserang hama ice-ice (ais-ais), sejenis hama yang menyerang batang tanaman rumput laut. Akibatnya, jumlah panen menurun, dan ironisnya sampai saat ini belum ada solusi jitu untuk membasmi hama musiman tersebut.

Baca juga :  Penyeberangan ke Nusa Penida Dibuka, Pengelola Boat Harus Terapkan Ini

 

Salah seorang petani rumput laut di Lembongan, Wayan Suarbawa, mengatakan serangan hama ini sudah terjadi sejak bulan November 2019. Bermula dari gulma di beberapa titik, lalu pada bulan Desember mulai muncul serangan hama ice-ice. “Puncaknya pada bulan Januari lalu, hama menyerang hampir 75 persen tanaman rumput laut. Ini menyebabkan hasil panen menurun dan petani mengalami kerugian hingga Rp5 sampai Rp 6 Juta setiap lima are rumput laut,” ujar Suarbawa, Rabu (4/3).

Baca juga :  Pariwisata Surut, Semangat Belajar Siswa Sekolah Pariwisata Tak Boleh Ciut

 

Dengan situasi tak menguntungkan ini, Suarbawa  sangat berharap pemerintah bisa turun tangan. Melalui dinas terkait hendaknya memberikan sosialisasi kepada petani terkait upaya-upaya untuk membasmi hama tersebut. Kalaupun belum ditemukan obat atau teknologinya, minimal dinas terkait bisa memberikan saran mengenai jenis rumput laut yang lebih kuat, sehingga tahan terhadap serangan ice-ice.  (119)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini