Diskes Badung Belum Sediakan Hand Sanitizer Ke Sejumlah Kawasan Wisata

Nyoman Gunarta

Mangupura,DenPost

Usulan masyarakat Kuta terkait agar pemerintah menyediakan hand sanitizer di sejumlah kawasan publik utamanya kawasan pariwisata, ternyata belum bisa diwijudkan. Bahkan pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Badung menyarankan agar masyarakat untuk mencuci tangan dengan sabun untuk mengginari virus. Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Kesehatan Badung, dr. Nyoman Gunarta saat dihubungi, Kamis (5/3).

Menurut Gunarta, hand sanitizer sudah disediakan disejumlah kawasan salah satunya di puskesmas dan rumah sakit. Namun untuk di kawasan wisata memang belum ada, malah Diskes menyarankan solusi untuk membersihkan tangan terhindar dari virus adalah dengan mencuci tangan dengan sabun. “Untuk hand sanitizer kita tidak menyediakan, tapi agar tangan terhindar dari virus atau bakteri lainnya bisa dilakukan dengan melakuan cucitangan dengan sabun,’’sarannya.

Baca juga :  Pria Asal Lombok Curi HT Balawisata untuk Memeras

Lebih lanjut mantan Direktur RSD Mangusada ini mengatakan, terkait penyediaan masker juga hal itu tidak dilakukan, karena sesuai saran dari badan kesehatan dunia sudah jelas memberikan penjelasan bagi mereka yang sehat tidak menggunakan masker. Masker di peruntukan bagi yang sakit. “Untuk sementara masker kita berikan bagi yang sakit saja,”terangnya.

Bagaimana dengan melakukan penyemprotan desinfektan?, mengenai hal itu, kata Gunarta, pihanya masih berkordinasi dengan Propinsi Bali. “Hal itu masih dibahas di Dinas Kesehatan Propinsi Bali, kita tunggu dulu arahan dari pihak propinsi, sehingga nanti bisa bergerak bersama-sama,”tegasnya.

Baca juga :  Tanggapi Somasi Pelapor, Pihak Zainal Tayeb Ungkapkan Hal Ini

Sebelumnya anggota DPRD Badung asal Kuta, Nyoman Graha Wicaksana mengusulkan Pemerintah Kabupaten Badung bisa memberlakuan penanganan virus corona seperti di Jepang dengan penyediaan hand sanitizer serta masker disejumlah kawasan publik dan ini bisa dilakukan  di kawasan Badung selatan yang cukup banyak wisatawanya. “Kita harus melakukan sosialisasi persuasive serta segara melakukan penyadaran ke masyarakat untuk melakukan hidup bersih utamanya rajin melakukan cuci tangan. Selain itu pemerintah harus melakukan penyemprotan desinfektan dikawasan publik. Memang ini terlihat ekstrim, tapi ini lah yang namanya pencegahan,”terang anggota PHRI Badung tersebut. (115)

Baca juga :  Perangi COVID-19, Bandara Lakukan Ini di 51 Titik

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini