2020, PLN Akui Penurunan Penjualan Terburuk

0
7

Renon, DenPost

 

Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Daerah (UID) Bali mengaku mengalami penurunan penjualan. Bahkan, penurunan pada awal tahun 2020 ini dicatat sebagai penurunan terburuk sepanjang dua tahun terakhir. Manager Komunikasi PLN UID Bali, I Made Arya, mengatakan penurunan penjualan mencapai 10 persen pada periode Januari ke Februari, dari yang seharusnya meningkat 5 persen hingga 8 persen per tahun. Ini diungkapnya, Kamis (5/3) di Renon, Denpasar.

Baca juga :  Warga Denpasar Soroti Reklame Bodong

Menurut Arya, kondisi ini tidak lepas dari kemunculan Corona, yang berakibat melemahnya sektor pariwisata di Bali, sehingga masyarakat mulai menghemat. “Dampaknya signifikan, dari Januari ke Februari sudah turun 10 persen sementara, prediksi kami Maret tambah turun,” ujarnya. Penurunan penggunaan listrik itu disumbang oleh pelanggan bisnis dan industri mulai dari 12 persen hingga 13 persen, sedangkan kalangan rumah tangga turun hingga 7 persen.

Baca juga :  Ikuti Kaidah-Kode Etik Jurnalistik, IMO Siap Fasilitasi Kepengurusan Legalitas Anggota

Untuk itu, PLN UID Bali menyiasati kondisi tersebut dengan skema jangkapendek, yakni dengan menerapkan pembayaran dengan mengangsur. “Namanya program Dilan (Diberi Cicilan) PLN, untuk seluruh Bali. Pembayaran biaya penyambungan pasang baru dapat dilakukan secara cicilan maksimal 10 kali selama 2020 tanpa uang muka,” ungkapnya. Layanan lainnya, pasang baru dengan kWh meter prabayar khusus tarif rumah tangga mulai dari daya 450 VA hingga 1.300 VA.

Baca juga :  Rabu, 113 Orang Terpapar Covid-19 dan Tiga Pasien Meninggal di Denpasar

Arya mengatakan, ini juga menunjang rasio elektrifikasi di Bali, yang sejatinya sudah maksimal. Hanya saja, PLN menemukan beberapa pelanggan yang masih levering atau nyantol dengan listrik tetangga. Misalnya, kata Arya, masyarakat ingin gunakan 450 VA dengan biaya Rp500 ribu, dapat dicicil maksimal 10 kali. “Kami juga gencarkan program dieselisasi, jadi masyarakat diarahkan beralih ke listrik. Kami akan proaktif mendatangi kalangan pengusaha,” tutupnya. (wir)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini