PHDI Bali Tanggapi ‘’Segehan Wong-wongan’’ yang Viral di Medsos

0
80
Segehan wong-wongan atau sesajen yang berbentuk manusia di Buleleng. (DenPost/ist)

Tonja, DenPost
Umat Hindu sempat dihebohkan dengan beredarnya pesan di medis sosial (medsos) untuk menghaturkan segehan wong-wongan atau sesajen yang berbentuk manusia di Buleleng. Pesan tersebut dikatakan merupakan wahyu dari Dewa yang berstana di Pura Pulaki ditujukan untuk meredakan wabah virus corona. Menyikapi fenomena itu, Ketua Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali, Prof. Dr. IGN. Sudiana angkat angkat bicara.
Secara tegas, dia menyatakan bahwa PHDI bersama Pemprov Bali telah melakukan upaya niskala berkaitan dengan mewabahnya virus corona dengan menggelar pamelehpeh dan pamahayu jagat pada 23 Januari 2020. “Kita sudah laksanakan di Besakih sesuai dengan Purana Besakih yang dilaksanakan Pemprov Bali, sehingga tidak lagi ada edaran yang sepihak-sepihak,” tambah Sudiana saat ditemui pada Kamis (5/3/2020) di Kantor PHDI Bali, Tonja, Denpasar.
Dia menduga pesan bersifat pribadi itu namun akhirnya tersebar di medsos. Kendati begitu, pihaknya tak melarang umat untuk mempersembahkan segehan. “Kalau dihaturkan untuk kepentingan pribadi silakan saja. Tapi kami sudah lakukan secara umum yang terpusat di Besakih supaya umat tidak salah paham,” terang pejabat asal Karangasem ini.
Menurutnya, segehan wong-wongan juga tertulis dalam lontar Hindu, dan dipercayai secara turun-temurun.
Sudiana menambahkan segehan jenis ini dipersembahkan bila seseorang atau lingkup yang lebih luas mengalami marabahaya. Segehan ini termasuk juga dipersembahkan pada hari-hari suci seperti hari Kajeng Kliwon dan Tilem. “Biasanya dihaturkan bila seseorang mengalami masalah, misalnya wabah penyakit, agar terhindar,” pungkasnya. (wiradana)

Baca juga :  Dituding Lakukan Penipuan, Ini Tanggapan PT SGB

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini