FKS XII, Siswa Tetap Kreatif, Jadwal Belajar Tak Terusik

TAHUN 2020 ini merupakan kali ke 12 gelaran Festival Karmani SMAN 1 Denpasar (Smansa). Dievaluasi setiap tahun, agenda yang selalu dinanti siswa ini pun semakin fokus menjadi ruang kreativitas bagi seluruh kalangan di sekolah berprestasi itu. Seiring dampaknya yang semakin positif terhadap prestasi siswa, pihak sekolah turut memberi apresiasi dengan mengizinkan siswa untuk mengkreasikan sekolah. Seperti merias sekolah layaknya festival bergengsi.

Kepala Sekolah, M. Rida, saat ditemui Kamis (6/3) mengatakan, FKS kali ini mengalami sedikit evaluasi dibanding tahun 2019 lalu. “Tahun lalu, kami fokus kepada bidang wirausaha. Jadi masing-masing kelompok siswa, memproduksi produk dengan modal sendiri, untuk di jual saat festival. Tahun ini, mereka diarahkan mandiri, mencari sponsor sebagai pemodal hingga membuat dekorasi,” terang Rida.

Baca juga :  Mulai Senin, Anak dan Orangtua Bakal Belajar Melalui Siaran TV

Soal permodalan, Rida mengatakan bahwa siswa diingatkan agar tak melakukan penggalian dana melalui bazzar. Itu disikapi dengan melibatkan unsur perbankan sebagai sponsor, serta penjualan tiket festival dengan menghadirkan bintang tamu band Viera. Rida mengatakan, waktu festival tetap disesuaikan agar tak mengganggu jadwal belajar siswa, sehingga guru tetap lega. Kata dia, ini menjadi esensi yang lebih penting agar kreativitas dan prestasi siswa tumbuh sejalan.

Baca juga :  Desa Adat Dibekali Pentingnya P4GN

“Mereka cari sponsor itu tidak pada jam belajar. Sudah diatur waktunya. Makanya kami gelar kegiatan ini pada sore hari, jadi anak-anak tetap belajar saat pagi sampai selesai. Ini juga evaluasi dari festival tahun lalu,” tutur Rida. Dalam festival kali ini, mereka yang terlibat yakni para siswa dari 42 extrakurikuler. Antara lain, Marching Band Suara Smansa Manggala Dara, Teater Angin, Smansa Electro Crew, Seka Gong Genta Ambara Kencana dan Gema Karmany Swara Smansa.

“Termasuk juga Kelompok Pecinta Alam Mandala Giri, Capoerra Smansa, dan Smansa Model,” imbuh Rida. Dalam festival itu, siswa secara tidak langsung turut mendukung program Pemerintah Provinsi Bali, yakni Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui antiplastik sekali pakai dan penyuluhan antinarkoba dan HIV/AIDS. Melalui konsep ini, kata Rida, ia ingin mengajak para siswa disiplin, cepat dan cermat menyikapi kesempatan. Mereka juga ditempa untuk kreatif, efektif dan efesien.

Baca juga :  RSBM Siap Rawat Pasien Terjangkit Virus Corona

“Kami ingin Smansa tetap menjadi panutan di sektor pendidikan formal maupun informal, menuju pendidikan yang semakin unggul,” pungkasnya. (a/wir)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini