Perajin Arak di Klungkung Ingin “Bebas” dari Tengkulak

0
6

Semarapura, DenPost

 

Perajin arak di Banjar Kanginan, Desa Besan, Dawan, Klungkung mendapat angin segar setelah Gubernur Bali, Wayan Koster menerbitkan Pergub Nomer 1 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan atau Destilasi Khas Bali. Pasalnya, mereka tidak lagi “kucing-kucingan” dengan polisi untuk menjual arak. Namun demikian, perajin arak di bumi serombotan ini berharap “bebas” dari tengkulak.

Seperti yang disampaikan Nengah Puspawati, salah seorang perajin arak di Banjar Kanginan, Desa Besan, Minggu (8/3). Menurutnya, selama ini arak yang diproduksinya dijual kepada tengkulak. Jadi harga jualnya sangat rendah. Dia berharap arak yang dibuat dapat diambil alih atau diedarkan pihak desa atau pemerintah sehingga harga jualnya lebih tinggi ditingkat produsen.

Baca juga :  Pandemi Covid-19, Warga Tetap Ramai ke Pantai Saat Banyu Pinaruh

“Kalau di tengkulak harga jualnya Rp 8.000 ribu per botol dengan kadar alkohol 15 persen. Tapi jika dikoordinir atau dibeli dari pihak desa atau pemerintah bisa membantu kami dalam menaikkan harga. Apalagi jika dijual di hotel atau restoran, ” ujar Puspawati.

Sebagai perajin arak, Puspawati bersama suaminya, Wayan Lanus sangat berterima kasih dengan Gubernur Bali yang telah menerbitkan Pergub untuk melegalkan arak Bali, sehingga dia bisa semangat lagi memproduksi dan menjual arak tanpa “kucing-kucingan” lagi dengan pihak kepolisian.

Baca juga :  Hari Terakhir Pendaftaran, Dua Desa di Klungkung Belum Miliki Calon Perbekel

“Dulu memang sulit pak. Kami kucing-kucingan menjual arak dengan polisi. Dan kalau ketangkap kami malah rugi,” ungkap Wayan Lanus seraya mengatakan kini bisa membuat 18 botol arak dengan kadar alkohol 15 persen dalam seminggu. (119)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini